Friday, 25 May 2012

perbahasan tentang Dajjal: bhg akhir

24. DAJJAL DAN ANAK YANG TIDAK SAH.

Hubungan bebas yang tidak sah dan melebihi batas antara lelaki dan wanita, menyebabkan kejalangan, dan menyebabkan bertambahnya anak-anak yang tidak sah (anak-anak zina), dan ini adalah ciri khas kota-kota besar di Eropah dan Amerika. Dalam ru'yah Nabi Saw melihat hubungan sex yang tidak sah yang mengekori materialisme:

"Awas! Sebagian besar kawan dan pengikut Dajjal adalah kaum Yahudi dan anak-anak zina."

Sejumlah besar anak-anak zina ini dilindungi oleh undang-undang yang mengesahkan anak-anak itu. Misalnya, seorang wanita mengandung kerana hubungan yang tidak sah, akan tetapi sebelum bayi lahir, mereka melangsungkan pemikahan, maka bayi itu dianggap sah. Sampai-sampai undang-undang itu begitu lunak, hingga apabila lelaki dan wanita yang berbuat zina melangsungkan perkawinan di sebarang waktu, maka anak-anak yang dilahirkan sebelum perkawinan, semuanya dianggap sah.

Akan tetapi walaupun undang-undang itu lunak sekali, namun di kota-kota Eropah (dan Amerika), masih terdapat banyak anak-anak yang tidak sah, sekalipun ditinjau dari undang-undang yang lunak ini. Bahkan anak-anak yang lahir dalam keadaan perang, diberi julukan sebagai "anak pahlawan". Jika orang mahu meninjau betapa merajalela pergaulan bebas antara lelaki dan wanita di Eropah dan Amerika, orang dapat meramalkan bahwa tidak lama lagi penduduk daerah ini akan berpaling dari jalan benar dan kembali kepada kehidupan biadab bagaikan binatang, sepanjang mengenai hubungan sex antara lelaki dan wanita.

25. LELAKI SEPERTI WANITA DAN WANITA SEPERTI LELAKI.

Tanda-tanda Dajjal lain lagi yang dihuraikan dalam Hadis ialah bahwa wanita akan seperti lelaki, dan lelaki akan seperti wanita. Seperempat abad yang lalu, hal ini masih sukar difahami. Akan tetapi sekarang ramalan ini terjadi sungguh-sungguh, yakni bahwa wanita memakai cara-cara kaum lelaki, misalnya memotong rambut, memakai seluar dan sebagainya, sedangkan kaum lelaki memakai cara-cara kaum wanita, misalnya berambut panjang, memakai bedak, kalung, gelang dan sebagainya. Perubahan dalam hal kelakuan dan kebiasaan ini begitu jauh, hingga kadang-kadang sukar dibezakan antara wanita dan lelaki.

Sabda Nabi SAW:  "Wanita akan nampak seperti lelaki dan lelaki akan nampak seperti wanita”, ini terjadi sungguh-sungguh

26. PENYEMBUHAN AJAIB

Akan tetapi disamping meramalkan keburukan, Nabi SAW meramalkan pula kebaikan Dajjal. Di satu pihak, dalam Al-Qur'an terdapat ayat yang menerangkan bahwa bangsa-bangsa Dajjal memperoleh kemajuan besar di lapangan usaha dan lapangan industri (18:104), dan membuat muka bumi nampak indah (18:7); dan di lain pihak, ada sebuah Hadis yang menerangkan bahwa bangsa Dajjal akan menyembuhkan penyakit secara ajaib :

"Ia (Dajjal) akan menyembuhkan orang buta, orang sakit kusta, dan menghidupkan orang mati." (Kanzul-'Ummal, jilid VII Halaman. 2080)

Di sini yang dimaksud "menghidupkan orang mati" ialah menyembuhkan penyakit yang tidak dapat disembuhkan, seakan-akan Dajjal dapat menghidupkan orang mati. Sungguh benar bahwa dalam soal pengubatan, bangsa Dajjal memperlihatkan keluarbiasaannya, dan ini adalah hasil yang patut dipuji. Akan tetapi menurut Hadis, hal ini termasuk salah satu fitnah Dajjal, seperti halnya kecepatan dan kendaraan Dajjal, di darat, di laut dan udara. Kerana dengan kemajuan yang luar biasa ini, bangsa Dajjal berfikir bahwa mereka lebih unggul dari bangsa-­bangsa lain di dunia; pengakuan mereka memiliki kekuatan yang luar biasa ini, hampir tidak ada bezanya dengan pengakuan sebagai Tuhan. Selain itu, kemajuan-kemajuan mereka di lapangan kebendaan, menyesatkan manusia dari segi kehidupan rohani.

27. BISIKAN JAHAT DAJJAL

Dari huraian tersebut, terang sekali bahwa Dajjal tidak akan menyesatkan orang dengan cara paksa, melainkan dengan memmujuk mereka agar mereka terpikat oleh gemerlapnya barang-barang duniawi dan kesenangan yang melimpah-limpah, demikian pula dengan mempengaruhi orang melalui hasil pengolahan kekayaan alam dan ilmu pengetahuan yang luar biasa. Akan tetapi dalam Hadis, Nabi SAW menjelaskan hal ini sbg:

"Barang siapa mendengar perihal Dajjal, hendaklah menyingkir dari padanya. Demi Allah, orang akan datang kepadanya, dan mengira bahwa ia adalah mukmin, namun ia mengikuti dia (Dajjal) kerana keragu-raguan yang ditimbulkan oleh dia (Dajjal) dalam batinnya." (Kanzul-'Ummal, jilid VII, halaman 2057).

Jika orang suka menyelidiki persoalan ini, maka terang sekali bahwa tipu muslihat yang digunakan oleh bangsa-bangsa Barat tidak ada taranya dalam sejarah dunia. Dengan cara-cara yang halus, mereka meniupkan bisikan jahat ke dalam batin manusia, sehingga pikiran menjadi goncang kerananya.

Ambillah contohnya masalah pendidikan. Pendidikan adalah suatu proses yang dapat membuat jiwa manusia lurus atau bengkok. Akan tetapi bangsa-bangsa Barat mengarahkan jalannya pendidikan begitu halus, hingga mereka dapat membuat jiwa para pelajar tidak menta'ati agama dan kebudayaan mereka sendiri, sekalipun alasan yang digunakan untuk tujuan itu bertentangan dengan agama Nasrani.

Mereka (bangsa Barat), dapat membawa proses ini begitu rupa, hingga kepercayaan akan adanya Allah, mereka usahakan sekuat-kuatnya sampai timbul keragu-raguan dalam batin para pelajar tentang adanya Allah. Mereka sendiri percaya akan adanya wahyu, Nabi, Hari qiamat, namun mereka berusaha sekeras-kerasnya agar jiwa para pelajar tidak percaya kepada itu semua.

Kadang-kadang mereka memberi pujian kepada seseorang atau suatu faham, sekadar untuk memberi kesan seakan-akan orang atau penulis faham itu orang yang jujur; akan tetapi disamping itu, mereka secara halus membuat sindiran dengan maksud agar para pelajar tidak menghargai faham atau orang itu. Singkatnya, apa yang kami huraikan di atas mengenai tabiat mereka, kami dapat menarik kesimpulan bahwa Dajjal menyesatkan orang dari jalan benar dengan bisikan jahat, dan inilah ciri khas bangsa-­bangsa Eropah sekarang ini.

28. MUNCULNYA DAJJAL DAN MAHARAJALELANYA DI DUNIA.

Sebagaimana diterangkan dalam Hadis, Dajjal akan menjelajahi seluruh dunia:
"Tidak ada satu tempat pun di dunia yang tidak diinjak dan dilalui oleh Dajjal".

Hadis lain menerangkan bahwa Dajjal mengucapkan kata-kata sbg:
"Tidak ada satu tempat tinggalpun yang tidak aku masuki."

Ini bukan sahaja menunjukkan penglihatan Nabi SAW yang luar biasa, melainkan pula menunjukkan bahwa Dajjal bukanlah nama or­ang, melainkan suatu bangsa atau segolongan bangsa, yang anggotanya tersebar di tiap-tiap tempat di dunia. Kerana jika Dajjal itu satu orang , nescaya ia tidak dapat melaksanakan segala sesuatu yang diramalkan oleh Nabi SAW, sekalipun ia dapat bergerak secepat kilat. Tidak mungkin orang satu dapat membawa syurga dan neraka ke seluruh dunia, lalu membuat pengumuman di mana-mana dan memberi ganjaran kepada orang yang menerimanya, dan memberi siksaan kepada orang yang menolaknya, dan tidak satu tempat tinggal pun yang tidak dikunjunginya.

Semua pekerjaan ini tidak mungkin dilakukan oleh satu orang. Bukan mengenai masalah kecepatan sahaja, melainkan menyangkut pula beberapa masalah, misalnya dengan cara bagaimana supaya orang-orang mau mengikuti dia dan bagaimana cara memberikan ganjaran dan siksaan. Padahal semua ini harus ia lakukan di tiap-tiap kota dan desa; dan betapapun singkatnya waktu yang ia diperlukan untuk manjalankan penyiaran dan segala titik-bengik, namun pekerjaan dan perjalanan dari tempat satu ke tempat lain pasti memakan masa yang panjang.

Seandainya di tiap-tiap tempat hanya diperlukan satu jam sahaja, maka untuk mengelilingi 700.000 desa di India sahaja, ia memerlukan waktu seratus tahun. Dengan demikian ia memerlukan waktu beribu-ribu tahun untuk dapat mengelilingi segala tempat di dunia. Akan tetapi jika semua pekerjaan itu dilakukan oleh suatu bangsa, maka pelaksanaan itu semua bukan sahaja masuk akal dan dapat dipikul oleh tenaga manusia, melainkan pula fakta-­faktanya sudah kami saksikan dengan mata kepala sendiri; dan ini sekaligus menunjukkan tajamnya penglihatan rohani Nabi Muhammad SAW.

Di satu pihak, kami melihat cepatnya gerakan bangsa-bangsa Eropah; jangankan empat puluh hari, beberapa hari sahaja sudah cukup bagi mereka untuk mengelilingi dunia. Di lain pihak kami menyaksikan mereka mendatangi dan menguasai tiap-tiap tempat di dunia. Jika pada suatu saat, orang amat terkesan oleh gunung-gunung roti yang dibawa oleh mereka, pada saat yang lain, orang amat tercengang menyaksikan kehidupan yang serba mewah.

Jika pada suatu saat orang melihat bagaimana mereka mengolah kekayaan alam, pada saat yang lain, orang melihat kejanggalan sistem pendidikan mereka yang menyebabkan bejatnya moral dan sikap acuh-tidak-acuh terhadap agama sendiri. Jika di satu tempat mereka mendapat simpati kerana baiknya pelayanan rumah sakit mereka, di lain tempat mereka menjalankan ilmu kebatinan.

Ringkasnya, jika semua pekerjaan itu dilakukan oleh suatu bangsa atau segolongan bangsa, segala sesuatunya menjadi terang dan masuk akal. Akan tetapi jika semua pekerjaan itu dilakukan oleh satu orang, segala sesuatunya akan membingungkan. Misalnya, ramalan bahwa Dajjal akan mengelilingi dan menguasai seluruh dunia. Jika ramalan ini diterapkan kepada satu orang, nescaya orang ini memerlukan bantuan berjuta-juta orang, untuk dapat menguasai sekalian bangsa di dunia. Akhirnya, yang memegang kekuasaan bukanlah satu orang, melainkan sejumlah besar manusia.

Bagaimanapun juga, ramalan bahwa Dajjal akan mendatangi tiap-tiap tempat dan menguasai seluruh dunia, sekarang sudah terpenuhi, dan kita menyaksikan itu dengan mata kepala sendiri, berupa penjajahan bangsa-bangsa Eropah dan maharajalelanya di seluruh dunia. Sampai bilakah kita dapat menutup mata dan menunggu-nunggu datangnya Dajjal yang tidak akan timbul kecuali dalam khayalan sahaja, jika kita tidak mau mengakui kenyataan pahit yang kita hadapi sekarang ini?

Pengertian bahwa seorang Dajjal akan berada di tiap-tiap tempat di dunia dan menaklukkan dunia seorang diri, tidak mungkin dapat dibayangkan oleh pikiran manusia, lebih-lebih oleh manusia zaman dahulu yaitu pada zaman Nabi SAW. Akan tetapi jika orang mau menggunakan pikiran yang sehat, orang pasti akan tahu bahwa pada dewasa ini tidak ada satu tempat pun di dunia yang Dajjal tidak menempati tempat itu.

Tidak ada satu tempat pun, baik di hutan maupun di padang pasir, di kepulauan besar maupun di kepulauan kecil, di lembah maupun di gunung yang tidak dimasuki oleh Dajjal. Orang yang amat bodoh tidak dapat membayangkan bagaimana keadaan yang sebenarnya, tetapi kita melihat hal itu benar-benar terjadi di hadapan mata kita sendiri. Barang siapa mahu melihat kejadian ini secara serius, orang pasti akan menundukkan kepala dengan penuh hormat dan kagum kepada Nabi SAW atas tajamnya penglihatan rohani Baginda.

29. YA'JUJ WA MA'JUJ DALAM HADIS DAN PERSAMAANNYA DENGAN DAJJAL

Sebagaimana telah kami terangkan, pada bahagian terakhir Surat Al-Kahfi, sesudah menerangkan Ya'juj wa Ma'juj, kemudian Al-Qur'an menerangkan tentang bangsa-bangsa Kristian. Ini menunjukkan bahwa Al-Qur'an tidak menaruh perbezaan antara dua bangsa tersebut. Demikian pula diterangkan dengan jelas dalam Bible, bahwa Ya'juj wa Ma'juj itu tiada lain hanyalah bangsa Russia dan bangsa-bangsa Eropah lainnya. Kesalah-pahaman umum tentang Ya'juj wa Ma'juj itu disebabkan kerana ada Hadis yang menggambarkan seakan-akan Ya'juj wa Ma'juj itu suatu makhluk yang aneh; akan tetapi banyak pula Hadis yang menerangkan bahwa Ya'juj wa Ma'juj itu manusia biasa.

Nabi SAW bersabda bermaksud :
"Sesungguhnya Ya'juj wa Ma'uj adalah dari keturunan Adam (Kanzul 'Ummal, jilid VII halaman. 2158.)

Hadis lain menerangkan bahwa Allah memberitahukan kepada al-Masih bermaksud:
"Sesungguhnya Aku telah menciptakan segolongan manusia, yang tidak seorangpun dapat membinasakan, kecuali Aku sendiri" (Kanzul 'Ummal, jilid VII, halaman 3021).

Dalam kitab Kanzul 'Ummal jilid VII, halaman 3032, ada sebuah Hadis yang menerangkan seterang-terangnya bahwa Ya'juj wa Ma'juj adalah keturunan Adam. Kesalah-pahaman tentang hal Ya'juj wa Ma'juj itu barangkali berasal dari suatu Hadis yang menerangkan bahwa Ya'juj wa Ma'juj akan minum semua air di dunia.

Hadis itu berbunyi  :
"Mereka akan minum semua air di dunia, sampai-sampai apabila mereka melalui sebuah sungai, mereka minum semua airnya dan meninggalkan sungai itu dalam keadaan kering." ( Kanzul 'Ummal jilid VII, halaman 2157).

Ada lagi sebuah Hadis yang menerangkan bahwa barisan depan Ya'juj wa Ma'uj akan melintasi Teluk Tiberius dan mereka akan minum semua airnya (Idem halaman 3021). Dan anehnya Hadis Tamim Dari juga menerangkan bahwa Dajjal menanyakan kepada Tamim Dari tentang Teluk Tiberius sbg :

"Ceritakanlah kepadaku perihal Teluk Tiberius. Adakah air di sana?" (Kanzul 'Ummal jilid VII, halaman 2027).

Sepintas lalu ini menunjukkan bahwa Dajjal dan Ya'juj wa Ma'juj adalah sama. Adapun yang dimaksud minum air, ialah bahwa mereka akan menguasai semua sumber kehidupan, kerana air adalah sumber segala kehidupan. Selanjutnya, adanya kenyataan bahwa ramalan tentang Dajjal dan Ya'juj wa Ma'juj itu dihubungkan dengan datangnya Masih Mau'ud (Masih yang dijanjikan), ini membuktikan bahwa Dajjal dan Ya'juj wa Ma'juj adalah sama. Apalagi jika kita mau berpikir sejenak, maka terang sekali bahwa secara praktik apa yang dilukiskan dalam Hadis tentang mereka adalah sama, hanya kata-katanya sahaja yang berbeza. Dua-duanya digambarkan akan menjadi penguasa yang pal­ing besar di dunia. Dua-duanya menguasai segala macam. keperluan hidup "dan tidak seorangpun dapat mengalahkan mereka."

Mereka akan membanjiri seluruh muka bumi, dan akan merupakan fitnah yang paling besar bagi kaum Muslimin. Semua ciri-ciri umum ini menunjukkan bahwa mereka adalah sama dan bangsa yang sama, yang ini adalah sesuai benar dengan gambaran sifat-sifat bangsa Eropah. Sebenarnya, diambilnya dua nama itu sekadar untuk menyatakan dua macam aspek tentang keadaan mereka. Mereka diberi nama Dajjal, kerana perbuatan mereka ialah menipu orang dengan bahan keperluan hidup, sedangkan nama Ya'juj wa Ma'juj adalah untuk menyatakan kekuatan politik dan ketenteraan mereka. Hendaklah diingat bahwa ramalan tentang maharajalelanya bangsa-bangsa Nasrani ini diucapkan pada waktu kekuasaan kaum Muslimin menyilaukan kekuasaan lain di dunia.

30. DAJJAL AKAN DIKENAL OLEH SESEORANG DI ANTARA KAUM MUSLIMIN

Sungguh aneh sekali bahwa di satu pihak, tanda-tanda Dajjal dapat dipahami oleh orang-orang biasa, akan tetapi di lain pihak, Hadis menerangkan bahwa banyak sekali orang yang akan jatuh sebagai korban penipuan Dajjal. Jika semua tanda bahwa Dajjal buta mata kanannya, dan mata kirinya gemerlapan bagaikan bintang, dan bahwa kata-kata kafir akan tertulis di atas dahinya yang dapat dibaca oleh setiap orang mukmin, baik ia buta-huruf atau tidak, dan bahwa ia mempunyai keledai aneh yang jarak antara dua telinganya adalah tujupuluh yard, bahwa ia membawa syurga dan neraka, bahwa ia membawa gunung-roti dan sungai, bahwa ia menyuruh awan supaya menurunkan hujan, dan sebagainya; jika semua tanda itu telah terpenuhi, maka tidak diperlukan lagi adanya orang diantara kaum Muslimin yang harus memperkenalkan Dajjal dan menyatakan kepada mereka bahwa inilah Dajjal yang Nabi SAW memperingatkannya kepada kita.

Ada sebuah Hadis yang berbunyi :
"Seseorang diantara kaum mukmin akan berkata: 'Aku akan pergi kepada orang itu untuk melihat apakah dia itu orang yang Nabi SAW memperingatkannya kepada kita ataukah bukan'..."

Jika tanda-tanda Dajjal sudah terlihat seperti yang diramalkan oleh Nabi SAW, mengapa masih diperlukan adanya orang yang harus mengenalnya dan mengumumkan bahwa Dajjal benar-benar sudah datang. Dengan tanda-tanda yang terang itu sudah cukup sebagai bukti bahwa Dajjal sudah datang, dengan demikian tidak perlu diterangkan lagi.
Jadi dengan adanya Hadis tersebut, kita dapat menarik kesimpulan bahwa tanda-tanda Dajjal tidak dapat diErtikan secara wajar, melainkan harus diErtikan sebagai kalam ibarat. Untuk ini sangat diperlukan adanya orang yang mempunyai penglihatan tajam(berilmu adalah syarat utama) yang dapat memahami tanda-­tanda itu, dan menerangkan bila munculnya Dajjal.

31. SIAPAKAH YANG BERKATA: "INILAH DAJJAL YANG DITERANGKAN OLEH NABI SAW"

Sungguh aneh sekali bahwa orang yang dapat menerangkan bahwa Dajjal dan Ya'juj wa Ma'juj itu sebenarnya bangsa Eropah, adalah orang desa biasa, orang pertapa yang sedikit sekali pengetahuannya tentang masalah dunia. Setengah abad yang lalu tatkala penduduk dunia tidak tahu sama sekali akan identiti Dajjal dan Ya'juj wa Ma'juj, bahkan orang tidak menduga sama sekali bahwa bangsa-bangsa Eropah yang menguasai seluruh dunia dan yang menjajah negara kita adalah Dajjal dan Ya'juj wa Ma'juj yang diramalkan oleh Nabi SAW. Sebaliknya, orang berpikir bahwa Dajjal adalah makhluk aneh yang bermata satu, yang berkendaraan keledai yang aneh, yang membawa syurga dan neraka dan barang aneh lainnya.

Pada saat orang-orang mempunyai pikiran semacam itu, Allah memberi tahu bahwa Dajjal dan Yajuj wa Ma'juj adalah bangsa-bangsa Eropah yang menguasai seluruh dunia, yang mata duniawinya gemerlapan bagaikan bintang dan yang mata rohaninya buta sama sekali. Selain itu, walaupun seandainya ada yang tahu akan rahsia ini, iapun tidak mempunyai keberanian untuk mengatakannya.

Orang ramai tidak tahu bahwa mereka sedang berhadap-hadapan dengan Dajjal, bahkan mereka secara tidak sadar menjadi korban tipu muslihat Dajjal, sebagaimana digambarkan dalam Hadis.


32. NABI SAW BERSABDA: IA ADALAH PENGIKUTKU YANG TERDEKAT

Dewasa ini banyak kaum Muslimin, baik golongan terpelajar maupun bukan, terang-terangan menyatakan bahwa Dajjal dan Ya'juj wa Ma'juj yang diriwayatkan dalam Hadis itu tiada lain hanyalah bangsa-bangsa Eropah dan Amerika, yang terang-­terangan mengaku mempunyai kekuasaan Ketuhanan, dan bahwa kenderaan mereka yang berupa kereta-api, adalah keldai Dajjal. Pada dewasa ini, banyak kaum Muslimin yang tidak ragu-ragu lagi mengangka bangsa-bangsa Eropah sebagai Dajjal dan Ya'juj wa Ma'juj. Sebagai puncaknya, almarhum Sir Muhammad Iqbal, seorang pujangga Islam yang besar, mengabadikan pengertian ini dalam syairnya yang termasyhur sbb : "Bala tentara Ya'juj wa Ma'juj semuanya telah terlepas. Hendaklah mata kaum Muslimin melihat tafsirnya kata yansilun".*

"[Kata yansilun Ertinya mereka mengalir, adalah kata-kata terakhir ayat Al-Qur'an yang menerangkan maharajalelanya Ya'juj wa Ma'juj di dunia yang berbunyi spt: "Sampai tatkala Ya'juj wa Ma'juj dilepas, mereka mengalir dari tiap-tiap tempat yang tinggi (21:96). Mengenai hal ini, kami teringat akan pidato Sir Winston Churchill dalam suatu jamuan yang diadakan o1eh Wali Kota London di Guildhall (Gedung DPR), pada hari Jum'at tanggal 9 November 1951, dalam rangka memasang kembali patung Gog and Magog (Ya'juj wa Ma'juj), yang antara lain berbunyi spt :

Agaknya mereka (Ya'juj wa Ma'juj) tidaklah menggambarkan keadaan politik dunia sekarang ini yang begitu buruk. Politik dunia, seperti halnya sejarah Ya'juj wa Ma'juj, amatlah kacau dan banyak pertentangan. Namun menurut pikiran saya, masih sahaja memberi tempat kepada mereka.

Di sebelah sini Ya'juj, dan di sebelah sana Ma'juj. Tetapi awas Warga Kota! Jika anda memasang patung itu kembali, jagalah jangan sampai mereka saling beradu; kerana jika terjadi demikian, Ya'juj wa Ma'juj akan hancur berkeping-keping, dan kita akan mulai dari permulaan lagi, dan dimulai dari lubang yang paling bawah." (Majalah Times London, 10 Nop. 1931)…]

33. DAJJAL DIBUNUH, TETAPI YA'JUJ WA MA'JUJ T'IDAK

Sebagaimana kami terangkan di atas, Dajjal dan Ya'juj wa Ma'juj adalah dua macam sebutan untuk menamakan suatu bangsa. Mereka disebut Dajjal kerana kebohongan dan penipuan mereka tentang hal agama, sedangkan sebutan Ya'juj wa Ma'juj kerana mereka mempunyai kekuasaan politik. Akan tetapi orang akan menjadi bingung mengenai Hadis yang menerangkan Masih Mau'ud akan membunuh Dajjal, menerangkan pula bahwa beliau tidak dapat membunuh Ya'juj wa Ma'juj, padahal sebenarnya, jika Dajjal sudah dibunuh, dengan sendiri nya Ya'juj wa Ma'juj akan terbunuh. Namun Hadis itu berbunyi spt:

"Maka akan diwahyukan kepada al-Masih, bahwa aku telah menciptakan sebagian Hamba-Ku, yang tidak seorangpun dapat membunuh mereka kecuali Aku sendiri" (Kanzul-' Ummal, jilid VII halaman. 3021 ).

Hadis lain lagi yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, berbunyi spt :

"Lalu orang akan datang kepada nabi lsa… Tatkala beliau dalam keadaan demikian, Allah berfirman kepada Nabi lsa: Aku telah menciptakan sebagian hamba-Ku yang tidak seorangpun mempunyai kekuatan untuk mengalahkan mereka, maka dari itu bawalah hamba-hamba-Ku ke bukit. Dan Allah akan membangkitkan Ya'juj wa Ma'juj, dan mereka akan mengalir dari tiap-tiap tempat tinggi". (Misykat, halaman 473).

Sungguh aneh sekali, bahwa sekalipun Dajjal mati terbunuh, dan nafasnya Masih Mau'ud begitu ampuh hingga barang-siapa terkena nafas beliau, ia akan mati seketika itu juga, dan nafas beliau akan mencapai jarak sejauh penglihatan beliau, namun demikian, Ya'juj wa Ma'juj adalah begitu kuat hingga orang yang menyertai Al-Masih diperintahkan supaya memanjat bukit. Bukan Ya'juj wa Ma'juj yang mati terbunuh oleh nafas Al-Masih, melainkan Al-Masih sendiri yang terpaksa memanjat untuk menyelamatkan diri dari kekuatan mereka yang tidak terkalah itu, selanjutnya diterangkan bahwa Al-Masih pun tidak mempunyai kekuatan untuk memerangi dan membunuh Ya'juj wa Ma'juj. Lalu, apakah untungnya membunuh Dajjal, jika bangsa yang lebih kuat daripada Dajjal (Ya'juj wa Ma'juj), akan menggantikan kedudukannya ?

Akhirnya, setelah dipertimbangkan masak-masak, hanya ada satu kesimpulan bahwa yang dimaksud membunuh Dajjal bukanlah menyembelih seseorang, kerana Dajjal bukanlah orang, melainkan segolongan bangsa, demikian pula bukanlah berErti membinasakan bangsa-bangsa itu, kerana sebagaimana kami terangkan di atas, bangsa­ bangsa itu akan tetap ada sampai Hari Kiyamat, dan Al-Masih sendiri diberi tahu oleh Allah melalui wahyu-Nya, bahwa beliau tidak dapat mengalahkan mereka. Semua itu menunjukkan seterang-terangnya bahwa kejahatan mereka di lapangan agama, disebut fitnahnya Dajjal, kerana mereka menyesatkan manusia dari jalan benar dengan tipu muslihat mereka; sedangkanYa'juj wa Ma'juj memperlihatkan kejahatan mereka dalam bidang politik. Itulah sebabnya mengapa sekalipun Dajjal mati terbunuh, tetapi Ya'juj wa Ma'juj masih tetap hidup.

Kini teranglah bahwa walaupun fitnah Dajjal dalam bidang agama telah dibasmi oleh Masih Mau'ud, namun kejahatan mereka dalam bidang politik tidak dapat dibasmi. Untuk membasmi kejahatan mereka dalam bidang politik, akan dilakukan dengan kekuatan lain. Mungkin pembasmian dalam bidang ini akan dilakukan dengan jalan pertempuran diantara mereka sendiri, sebagaimana dihuraikan dalam Al-Qur'an bermaksud:

"Dan pada hari itu, kami akan membiarkan sebagian mereka (Ya'juj wa Ma'juj) bertempur melawan sebagian yang lain" (18:99).

Dengan perkataan lain, mereka akan saling bertempur, sebagaimana telah mereka lakukan dalam dua Perang Dunia. Atau boleh jadi, sebagian besar bangsa-bangsa itu akan terhindar dari kehancuran kerana mereka masuk Islam, hal ini diisyaratkan oleh suatu Hadis bahwa pada zaman akhir "matahari akan terbit di Barat", ini berErti bahwa kebenaran Islam akan nampak di kalangan bangsa-bangsa Barat. Bukanlah cakap kosong bahwa dalam ru'yah Nabi SAW melihat Dajjal bertawaf mengelilingi Ka'bah, yang ini mengisyaratkan bahwa akhirnya bangsa-bangsa Eropah akan masuk Islam.

34. GAGASAN NABI SAW UNTUK MENGALAHKAN DAJJAL DENGAN DALIL.

Jika Hadis itu kita baca dengan teliti, nescaya akan bertambah jelas apa yang dimaksud dengan membunuh Dajjal, Hadis-Hadis itu berbunyi sbb:

"Apabila ia (Dajjal) muncul, dan aku ada di tengah-tengah kamu, aku akan mengalahkan dia dengan dalil, dan apabila ia muncul sedangkan aku tidak ada di tengah-tengah kamu hendaklah tiap-tiap orang berbantah dengan dia" (Kanzul-'Ummal, jilid VII, hal. 2076).

Hadis lain lagi berbunyi sbg:

"Maka apabila ia (Dajjal) muncul dan aku ada ditengah-tengah kamu, aku akan mengalahkan dia dengan dalil atas nama kaum Muslimin; akan tetapi apabila ia muncul sesudahku, hendaklah tiap-tiap orang berbantah dengan dia atas nama sendiri" (kanzul-'Ummal, jilid VII, halaman 2025 dan 2079).

Hadis-Hadis tersebut menerangkan seterang-terangnya bahwa apabila Dajjal muncul di zaman Nabi SAW, beliau akan mengalahkan dia dengan dalil. Ini menunjukkan bahwa membunuh Dajjal berErti memberantas kejahatan Dajjal; oleh kerana Dajjal menyesatkan manusia dengan tipu-muslihatnya yang halus dan dengan menimbulkan keragu-­raguan dalam batin manusia, maka kejahatan Dajjal hanya dapat diberantas dengan dalil. Maka dari itu, Nabi SAW bersabda bahwa Baginda akan mengalahkan Dajjal dengan dalil.

Demikian pula terbunuhnya Dajjal oleh Al-Masih, ini harus diErtikan seperti dikalahkannya Dajjal oleh Nabi Saw dengan dalil. dengan perkataan lain, Al-Masih juga akan mengalahkan Dajjal dengan dalil atau menyelamatkan manusia dari fitnah Dajjal dengan jalan dakwah. Bahwa perkataan qotala mempunyai pula Erti seperti tersebut di atas, ini diketemukan dalam Kamus Arab. Dalam kitab Nihayah, Kitab Kamus Hadis, di sana dihuraikan bahwa kata-kata Qotalallohu Sa dan (yang makna aslinya, semoga Allah membunuh Sa'adj ini berErti dafallohu syarrahu, Ertinya "semoga Allah mengelakkan kejahatannya". Hadis tersebut dikutip sehubungan dengan peristiwa Tsaqifah.

Selanjutnya, tatkala orang-orang membicarakan sumpah setia kepada dua Khalifah yang saling bermusuhan, salah seorang berkata sbg: uqtulul - akhira (makna aslinya, bunuhlah khalifah yang lain).

Jika kita ingat akan Hadis lain yang ada hubungannya dengan Hadis tersebut; kita menemukan bukti lagi, bahwa yang dimaksud membunuh Dajjal ialah menangkis kejahatannya. Ada beberapa Hadis yang menerangkan bahwa barang-siapa membaca sepuluh ayat terakhir dari Surat Al-Kahfi, ia akan selamat dari fitnahnya Dajjal. Ini becErti bahwa Dajjal bukan akan membunuh manusia, melainkan akan menyesatkan mereka dari jalan yang benar dengan menimbulkan keragu-­raguan dalam batin mereka.

Oleh sebab itu; supaya orang bisa selamat dari fitnahnya Dajjal, orang dianjurkan supaya membaca ayat-ayat Al-Qur'an.

Setidak-tidaknya jelas sekali bahwa Hadis ini sahih. Fitnahnya Dajjal bukanlah berErti membunuh manusia, melainkan menyesatkan mereka dengan bisikan jahat dan menimbulkan keragu-raguan. Jika demikian itulah yang dimaksud dengan fitnahnya Dajjal, maka cara pemberantasannya harus sama pula. Bacalah sekali lagi Hadis berikut ini :
"Demi Allah! Orang akan datang kepadanya (Dajjal) dengan keyakinan bahwa ia adalah mukmin, akan tetapi ia mengikuti dia; kerana keragu-raguan yang ditimbulkan dalam batinnya".

"Makanan orang Mukmin pada zaman Dajjal adalah makanan para malaikat, yakni memuliakan dan memahasucikan Allah; maka barangsiapa di zaman itu memuliakan dan memaha-sucikan Allah, maka bagi dia, Allah akan menghilangkan kelaparan" (Kanzul­'Ummal, jilid VII, halaman 2041 ).

"Barangsiapa berkata, Allah adalah Tuhanku, dan terus berbuat demikian sampai ia mati, Allah akan menyelamatkan dia dari fitnahnya Dajjal" (idem, jilid VII, halaman 2080).

"Sesungguhnya, Allah akan menyelamatkan orang Mukmin dengan hal yang sama seperti Allah menyelamatkan para malaikat, yakni dengan mengagungkan Allah" (idem, jilid VIII, hataman. 2090).

Dari Hadis-Hadis tarsebut terang sekali bahwa orang mukmin akan diselamatkan dari fitnahnya Dajjal dengan jalan mengagungkan Allah. Yang dimaksud makanan orang mukmin pada zaman fitnahnya Dajjal ialah makanan rohani; kerana sebagaimana makanan jasmani itu dimaksud untuk memelihara tubuh, makanan rohani itu dimaksud untuk mamelihara jiwa.

Jadi Hadis tersebut menerangkan bahwa manusia akan diselamatkan dari kebejatan moral dan rohani yang dibuat oleh Dajjal dengan penyembuhan rohani, yakni zikir kepada Allah. Memang benar bahwa ada sebuah Hadis yang menerangkan berperang melawan Parsi dan Romawi, akan tetapi Hadis ini mungkin mengisyaratkan Perang Salib, tatkala seluruh bangsa-bangsa Kristian dikerahkan untuk menghancurkan Islam dengan pedang:

Satu hal sudah jelas, bahwa ubat yang dapat menyembuhkan orang dari fitnahnya Dajjal yang berhubungan dengan masalah agama, itu bersifat rohani. Dalam sebuah Hadis diterangkan bahwa jika pada waktu munculnya Dajjal Nabi SAW masih hidup, maka Baginda akan mengalahkan Dajjal dengan dalil-dalil bahkan Baginda menganjurkan agar para umatnya juga berbuat demikian, jika nanti Dajjal muncul sesudah Baginda.

Selanjutnya, Baginda menganjurkan agar para umatnya membaca Surat Al-Kahfi, yang isinya membahas ajaran Kristian dan sejarah agama Kristian, sudah barang tentu tujuan Baginda ialah agar umatnya mengumpulkan kekuatan rohani untuk menolak segala pujukan-pujukan duniawi yang disajikan oleh pihak Kristian. Dalam Hadis lain Nabi SAW menganjurkan agar orang banyak berzikir kepada Allah, kerana dengan jalan ini orang semakin dekat kepada Allah, dengan demikian ia memperoleh kekuatan rohani. Datangnya Masih Mau'ud mempunyai tujuan yang sama, yakni menghidupkan kembali iman manusia, dan memperbaiki kembali rohani manusia, yang sudah kalut kerana maharajalelanya peradaban kebendaan.

Jadi yang dimaksud membunuh Dajjal oleh Masih Mau'ud ialah, bahwa propaganda dan pengaruh Dajjal akan ditolak, dan orang-orang akan diselamatkan dari fitnahnya Dajjal.

Wallahua'alam
(Jazakallah kepada yang mengirim)

........sambungan ; DAJJAL BHG 2






14. TEMPAT MUNCULNYA DAJJAL.

Agaknya menarik perhatian sekali bahwa menurut Hadis Tamim Dari, Dajjal bertinggal di sebuah pulau yang terletaknya di sebelah Barat Syria, sedang tempat munculnya dikatakan oleh Hadis lain, berada di Timur. Lengkapnya, Hadis ini berbunyi :

"Tidak! Ia (Dajjal) akan muncul disebelah Timur; tidak, ia akan muncul di sebelah Timur; tidak, ia akan muncul di sabelah Timur" (Kanzul-'Ummal jilid VII, halaman 2988).

Sebelum kami menerangkan perinciannya, marilah kita tinjau lebih dahulu lain-lain Hadis yang sama Ertinya, yakni bahwa Dajjal akan muncul di Timur. Salah satu Hadis berbunyi sbg :

"Nabi Muhammad SAW menunjuk hampir duapuluh kali ke arah Timur" (Kanzul-'Ummal, jilid VIl, halaman 2991 ).

Dalam sebuah Hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim mengatakan: "Tidak ! Ia akan muncul di Timur" diikuti dengan kalimat: "Baginda menunjuk dengan tangannya ke arah Timur". Jadi jika di suatu Hadis dikatakan bahwa tempat tinggal Dajjal ialah sebuah pulau di Barat, tetapi di lain Hadis diterangkan bahwa tempat munculnya Dajjal, atau lebih tepat lagi, tempat munculnya fitnah Dajjal ialah di Timur.

Ini menunjukkan bahwa maharajalelanya Dajjal akan membahayakan bangsa-­bangsa di Timur. Adapun kenyataan yang tidak dapat dibantah lagi, bahwa fitnahnya Dajjal tidak akan menimpa bangsanya sendiri, bahkan mereka akan memperoleh keuntungan dari hasil perampokan di Timur. Jadi yang dimaksud munculnya Dajjal di Timur ialah maharajalelanya fitnah Dajjal di negara-negara Timur dengan jalan memperbudakan penduduknya, baik jasmani maupun rohani, lahiriyah maupun batiniyah.

Menurut apa yang diterangkan dalam Hadis, terang sekali bahwa pada zaman Nabi saw, Dajjal itu sudah ada, akan tetapi pada waktu itu tangan dan kakinya dirantai. Inilah gambaran yang sebenarnya bagi bangsa-bangsa Eropah pada waktu itu (baca zaman gelap). Mereka mengurung diri dalam tanah air mereka sendiri, lalu pada suatu ketika, mereka mengalir ke seluruh dunia untuk menakluki  dan menjajah negara-negara lain, sehingga mereka benar-benar menguasai, atau setidak-tidaknya memaksakan pengaruhnya terhadap negara-negara itu, sehingga gerak-­gerik negara-negara itu dipimpin dan diawasi oleh bangsa-bangsa Eropah.

Itulah sebabnya mengapa di dalam Hadis diterangkan bahwa Dajjal mengaku Tuhan, kerana segala sesuatu di dunia dikerjakan menurut perintah Dajjal, seakan-akan dialah yang menguasai dan menentukan nasib bangsa-bangsa lain. Inilah apa pula yang dimaksud oleh Hadis lain yang menerangkan bahwa Dajjal ialah yang menentukan hidup-matinya orang-orang. Dengan perkataan lain, Dajjal akan meninggikan dan merendahkan derajat bangsa-bangsa lain menurut apa yang dianggap sesuai dengan tujuannya.

15. FITNAH YANG PALING BESAR

Dalam Sahih Muslim ada sebuah Hadis yang berbunyi spt: "Sejak terciptanya manusia hingga datangnya Hari Kiamat, tidak ada fitnah lebih besar daripada fitnahnya Dajjal" (Misykat, hal. 472).

Kata-kata seperti itu, terdapat pula dalam kitab Hadis yang lain. Misalnya, dalam sebuah Hadis, Nabi SAW diriwayatkan bersabda sbg : "Wahai manusia ! Semenjak Allah menciptakan bani Adam, tidak ada fitnah dimuka bumi yang lebih besar dari pada fitnahnya Dajjal" (Kanzul-'Ummal, jilid VII, halaman 2028).

Hadis-Hadis tersebut membuktikan bahwa fitnahnya Dajjal itu tiada lain ialah maharajalelanya Imperialis Eropah sekarang ini dan menangnya agama Nasrani. Kenyataan menunjukkan bahwa sejarah ummat manusia tidak dapat mempertunjukkan fitnah lain yang besarnya seperti itu.

Memang dalam sejarah pernah terjadi suatu bangsa menundukkan bangsa lain dan menguasai aspek kehidupan mereka, tetapi contoh tentang penjajahan yang menyeluruh seperti yang kita saksikan sekarang ini berupa maharajalelanya imperialis dan kebudayaan Eropah di seluruh dunia, belum pernah terjadi. Daratan dan lautan semuanya dikuasai oleh imperialis Eropah.

Demikian pula kita tidak dapat menemukan persamaannya tentang cara-cara kaum imperialis Barat memperbudak bangsa-bangsa lain di dunia. Yang lebih istimewa lagi ialah bahwa mereka memiliki segala macam senjata yang dengan senjata itu, orang-orang dapat tersesat dari jalan benar dan jalan kesucian. Di sebelah sini, mereka menyesatkan orang-orang melalui sistem pendidikan, dan di sebelah sana, mereka mencapai tujuan mereka melalui penyiaran agama; kadang-kadang untuk mencapai tujuan mereka, mereka melumpuhkan jiwa manusia dengan memberikan kepada mereka kemewahan dan kesenangan jasmani; dan kadang-kadang diberikan kepada mereka hiburan-hiburan yang dapat melupakan rohani mereka sama sekali.

Sering pula ilmu pengetahuan mereka digunakan untuk menghancurkan rohani ummat manusia. Pendek kata, di seluruh sejarah manusia, fitnahnya Dajjal tidak ada taranya, dan sabda Nabi SAW bahwa tidak ada fitnah yang lebih besar daripada fitnahnya Dajjal, ini terpenuhi berupa maharajalelanya kaum imperialis Eropah, yang bukan sahaja membahayakan aspek kehidupan jasmani, melainkan pula membahayakan aspek kehidupan moral dan rohani.

16. TANDA-TANDA DAJJAL.

Berikut ini kami kutipkan beberapa Hadis yang menerangkan tanda-tanda yang mengiringi munculnya Dajjal. Adapun Erti tanda-­tanda itu akan kami terangkan kelak.

I. Syurga dan Neraka Dajjal

"Ia (Dajjal) akan datang dengan membawa semacam syurga dan neraka; dan apa yang ia katakan syurga itu sebenarnya, neraka" (Misykat, halaman 473).

"Dan ia akan membawa air dan api. Dan apa yang orang-orang melihatnya air, itu sebenarnya api yang menghanguskan; dan apa yang orang-orang melihatnya api, itu sebenarnya air tawar yang sejuk" (Misykat, halaman 473)

"Ia akan membawa api dan sungai dan barang siapa jatuh dalam apinya, ia akan memperoleh ganjaran dan disingkirkan bebannya." (Kanzul-'Ummal, jilid VII, halaman 2975)

"la akan membawa gunung roti dan sungai penuh air "(Kanzul-'­Ummal, jilid VII, halaman 2985).

"Ia membawa dua sungai, yang satu penuh air, dan satu lagi penuh api" (idem, halaman 2985)

"Dajjal akan muncul dengan membawa sungai dan api; barang siapa masuk dalam sungainya; ia akan memikul beban dan dilenyapkan ganjarannya; dan barangsiapa masuk dalam apinya, akan memperoleh ganjaran dan dihilangkan bebannya" (idem, halaman 2029).

Di antara fitnah Dajjal ialah bahwa ia akan membawa surga dan neraka; adapun neraka Dajjal ialah syurga, dan syurga Dajjal ialah Neraka. Maka barangsiapa diuji dengan neraka Dajjal, hendaklah ia mohon pertolongan Allah sambil membaca permulaan surat al­-Kahfi, maka neraka akan menjadi dingin dan damai" (idem, halaman 2028).

"Dan ia akan membawa semacam syurga dan neraka. Dan syurga Dajjal penuh dengan asap, sedangkan neraka Dajjal adalah kebun yang menghijau" (idem, halaman 2074).

Hadis yang lain berbunyi:

"Sungguh ia akan membawa syurga dan neraka. Adapun neraka Dajjal ialah syurga, dan syurga Dajjal ialah Neraka. maka barang siapa diuji dengan neraka Dajjal, hendaklah ia menutup matanya dan mohon pertolongan Allah, dan neraka itu akan dingin dan damai" (idem, halaman 2079).

"Bagaimana perasaan kamu jika kamu diuji oleh seseorang yang sungai-sungai dan buah-buahan di bumi akan dibikin tunduk kepadanya" (idem, halaman 2090).

"Ia akan menjelajah dengan membawa dua gunung. Yang satu, penuh dengan pohon, buah-buahan dan air, dan yang lain, penuh dengan api dan asap. Ia berkata: Ini adalah sorga, dan ini adalah neraka" (idem, halaman 2110).

II. Kecepatan dan kendaraan Dajjal

"Kami bertanya: Wahai Rasulullah, bagaimanakah cepatnya perjalanan Dajjal di muka bumi? Beliau menjawab: seperti cepatnya awan ditiup angin" (Misykat bab Dajjal).

"Bumi akan digulung untuknya; ia menggenggam awan di tangan kanannya, dan mendahului matahari di tempat terbenamnya; lautan hanya sedalam mata-kakinya; di depannya adalah gunung yang penuh asap" (Kanzul-'Ummal, jilid VII, halaman 2998).

"Ia akan meloncat-loncat di antara langit dan bumi" (Abu Dawud).
.
"Dajjal akan muncul dengan naik keledai putih; yang jarak antara dua telinganya adalah tujuh puluh yard" (Misykat, halaman 477)

"Ia mempunyai seekor keledai yang ia naiki, yang jarak antara dua telinganya adalah empat puluh yard" (Kanzul-'Ummal, jilid VII, halaman 2104).­

"Ia menaiki seekor keledai putih, yang masing-masing telinganya tiga puluh yard panjangnya, dan jarak antara kaki yang satu dengan kaki yang lain adalah perjalanan sehari semalam" (idem, halaman 2998).

III. Harta kekayaan Dajjal

"Dan ia melalui hutan rimba, dan ia berkata kepadanya: Keluarkanlah kekayaanmu, maka kekayaaan rimba itu mengikuti dia, bagaikan lebah mengikuti ratunya" (Misykat, halaman 473).

IV. Kawan-kawan Dajjal hidup senang, dan musuh-musuh Dajjal hidup sengsara 

"Ia datang pada suatu kaum dan mengajak mereka (supaya mengikuti dia), dan kaum itu beriman kepadanya, ia memberi perintah kepada langit, maka turunlah hujan, lalu ia memberi perintah kepada bumi, maka keluarlah tumbuh-tumbuhan. Lalu ia datang kepada kaum yang lain, dan mengajak mereka (supaya mengikuti dia), dan kaum itu menolak ajakannya, maka berpalinglah ia dari mereka, lalu kaum itu tertimpa kelaparan, dan tidak ada sedikit kekayaan pun yang mereka kuasai" (Misykat, halaman 473).

"Dan di antara fitnah Dajjal ialah, apabila ia datang pada suatu kaum yang tidak mau beriman kepadanya, maka tiada lagi ternak mereka yang tertinggal, melainkan binasalah semuanya; dan apabila ia datang pada kaum lain yang beriman kepadanya, maka ia memberi perintah kepada langit, lalu turunlah hujan, dan ia memberi perintah kepada bumi, lalu keluarlah tumbuh-tumbuhan" (Kanzul-­'Ummal, jilid VII. halaman 2028).

"Sungai-sungai dunia dan buah-buahan akan tunduk kepada Dajjal; maka barangsiapa mau mengikuti dia, ia akan memberi makan kepadanya dan menjadikan dia seorang kafir dan barang siapa menentang dia, maka persediaan makanannya akan dirampas dan dihentikan mata-pencariannya" (Kanzul-'Ummal; jilid VII halarnan 2090).

"Ada beberapa kaum yang bersahabat dengan Dajjal akan berkata: "Sesungguhnya kami tahu bahwa Dajjal adalah kafir, tetapi kami bersahabat dengan Dajjal, agar kami dapat makan dari makanannya, dan agar kami dapat memberi makan ternak kami dari pohon­pohonnya" (idem, halaman 2092).

"Dan ia (Dajjal) akan membawa gunung roti, dan sekalian manusia akan mengalami kesukaran, terkecuali orang yang mengikuti dia" (idem, halaman 2104).

V. Partemuan Dajjal dangan roh

"bersama-sama Dajjal akan dibangkitkan setan-setan yang rupanya mirip dengan orang-orang yang telah meninggal, apakah itu ayah ataukah saudara" (idem, halaman 2065).

"Setan-setan yang rupanya mirip dengan orang yarg telah meninggal akan menyertai Dajjal, dan mereka akan berkata kepada orang yang masih hidup: Kenalkah engkau padaku? Aku adalah saudaramu; aku adalah ayahmu; atau aku adalah salah seorang kerabatmu" (idem, hal. 2078).

"Bersama-sama Dajjal akan dibangkitkan setan-setan yang akan bercakap-cakap dengan manusia" ( idem, halaman 2104).

VI. Kaum Yahudi di belakang Dajjal

"Dan di belakangnya ialah Dajjal yang bersama-sama dia adalah tujuh puluh ribu orang Yahudi" (idem, halaman 2028)

"Kebanyakan orang yang mengikuti Dajjal ialah kaum Yahudi, para wanita, dan rakyat jelata" (Kanzul-'Ummal, jilid VII, hal. 2065).
"Kebanyakan orang yang menyertai Dajjal ialah kaum Yahudi, dan para wanita" (idem, halaman 2214).

"Dajjal musuh Allah, akan muncul dan dia akan disertai oleh bala tentara yang terdiri dari kaum Yahudi dan segala macam bangsa" (idem, halaman 2974).

VII. Pengaruh Dajjal Terhadap Wanita

"Dan orang yang paling akhir yang mendatangi Dajjal ialah kaum wanita, sampai-sampai seorang pemuda mendatangi ibunya, anaknya perempuan, saudaranya perempuan dan bibinya, lalu mengikat mereka, agar mereka tidak datang kepada Dajja!" (idem, hal. 2116).

VIII. Dajjal dan anak-anak yang tidak sah

"Awas! Kebanyakan kawan dan pengikut Dajjal ialah kaum Yahudi dan anak-anak zina" (idem, halaman 2998)

IX. Laki-laki seperti wanita, dan wanita seperti laki-laki

"Dan para wanita akan tampak seperti laki-laki dan laki-laki akan nampak seperti wanita" (idem, halaman 2998)

X. Penyembuhan Ajaib

"Dan Dajjal akan menyembuhkan orang buta, orang sakit lepra, dan akan menghidupkan orang mati" (idem; halaman 2080)

XI. Bisikan Jahat Dajjal

"Barangsiapa mendengar perihal Dajjal, hendaklah menyingkir daripadanya. Demi Allah! Orang akan mendatangi Dajjal, dan ia menyangka bahwa dia adalah orang mukmin, dan ia akan mengikuti dia (Dajjal) kerana syak wasangka yang ditimbulkan dalam batinnya" (Kanzul-'Ummal, jilid VII, halaman 2057)

XII. Munculnya Dajjal

"Ia (Dajjal) akan berkata: Apabila rantai yang mengikat aku ini lepas, aku tidak akan membiarkan sejengkal tanah pun yang tidak di­injak oleh kakiku, terkecuali kota suci Madinah" (idem, halaman 2991 )

"Dan tidak sejengkal tanah pun di muka bumi ini yang tidak dikuasai oleh Dajjal, terkecuali kota Makkah dan Madinah" (idem, hal. 2028).

"Dan tidak lama lagi, aku (Dajjal) akan diizinkan keluar, maka aku akan keluar dan mengadakan perjalanan di muka bumi, dan tidak satu tempat-tinggal pun yang tidak kusinggahi selama empat puluh malam, terkecuali Makkah dan Madinah" (idem, halaman 2988).

17. SYURGA DAN NERAKA DAJJAL

Menurut Hadis, tanda Dajjal yang paling besar adalah bahwa ia akan membawa syurga dan neraka. Apa yang pertama kali harus diingat sehubungan dengan ini ialah, apabila dalam suatu Hadis, kata-kata jannah dan nar dipakai untuk menunjukkan syurga dan neraka Dajjal, maka di lain Hadis, syurga dan neraka Dajjal itu dinyatakan dengan kata-kata lain. Misalnya, sebagai pengganti kata-kata syurga dan neraka Dajjal, digunakanlah kata-kata ma' (air) dan nar (api); dan di lain Hadis digunakan kata-kata nahar (sungai) dan nar (api). Lalu di lain Hadis digunakan kata-kata dua sungai, sungai air dan sungai api.

Kemudian ada Hadis lagi yang menerangkan, bahwa Dajjal akan membawa "Gunung roti dan sungai air". Bahkan ada Hadis lagi yang sebagai pengganti kata-kata syurga dan neraka Dajjal, digunakan kata-kata "dua gunung; yang satu penuh dengan tumbuh­-tumbuhan dan buah-buahan dan air, sedang yang lain, penuh dengan api dan asap.

Dari huraian tersebut, terang sekali bahwa kata jannah dan nar tidaklah berErti Syurga dan Neraka yang sesungguhnya; demikian pula kata-kata sungai, api , asap, gunung roti, dll, janganlah diErtikan secara harfiyah. Semuanya itu adalah kata ibarat; misalnya kata jannah, ini mengibaratkan melimpahnya persediaan bahan-makanan, kesenangan dan kemewahan, sedang kata nar mengibaratkan kurangnya bahan ­makanan dan kesenangan hidup. Adapun maksud sebenarnya ialah, barangsiapa mengikuti Dajjal, ia akan hidup mewah, dan barang siapa menentangnya, ia tidak akan mempunyai persediaan bahan-makanan.

Bandingkanlah keadaan kehidupan dua bangsa, yaitu bangsa-bangsa Islam yang hidup serba kekurangan, dan bangsa-bangsa Nasrani yang hidup serba mewah; dan inilah yang dimaksud dengan syurga dan neraka Dajjal. Kata-kata syurga dan neraka tidaklah berErti bahwa Dajjal benar-benar membawa syurga dan neraka seperti pedagang membawa barang dagangannya. Namun  yang sebenarnya dimaksud ialah bahwa Dajjal akan
menguasai syurga dan neraka sebagaimana diterangkan dalam Hadis berikut ini:

"Sungai dan buah-buahan dunia akan tunduk kepadanya".

Inilah Erti yang sebenarnya dari kata-kata itu, yakni bahwa segala macam persediaan yang mendatangkan kesenangan, kemewahan dan kenikmatan hidup di dunia, semuanya dikuasai oleh Dajjal. Dan inilah yang disebut syurga Dajjal bagi orang yang picik pandangannya; akan tetapi sebenarnya, ini semua disebut neraka, kerana siapa sahaja yang tenggelam dalam kesenangan hidup seperti berdansa, bersenang-­senang, bersukaria, melihat theater, bioskop, pergaulan bebas antara lelaki dan wanita, minum, berjudi, melacur, pasti tidak ingat kepada Allah.

Akibatnya jiwanya menjadi rusak; dan inilah neraka yang sebenarnya; dan sekalipun tidak terlihat oleh mata jasmani, tetapi di Akhirat akan nampak dengan terang. Sebaliknya apa yang disebut neraka Dajjal yang berupa kehidupan yang tidak diliputi oleh kesenangan duniawi, adalah Syurga yang sebenarnya, kerana semakin orang tidak tenggelam dalam kesenangan duniawi, semakin besar pulalah keuntungan rohaninya, sehingga ia dapat terus meningkat sampai mencapai hubungan dengan Allah. Jadi syurga Dajjal itu terdiri dari kesenangan jasmani, yang diperoleh dengan mengorbankan kehidupan rohani. Barang siapa tenggelam dalam hidup senang, ia akan kehilangan kesenangan di zaman yang akan datang.

18. KECEPATAN DAJJAL, KENDARAAN DAJJAL DI DARAT, DI LAUT DAN DI UDARA.

Tatkala Nabi SAW ditanya, bagaimanakah kecepatan perjalanan Dajjal, Baginda saw menjawab sbg: "Kecepatan Dajjal adalah seperti awan yang ditiup angin". Pada waktu Nabi SAW mengucapkan kata-kata ini, tampaknya seperti dongeng sahaja, atau ucapan yang berlebih-lebihan. Akan tetapi pada dewasa ini kapal-udara terbang melebihi kecepatan angin.

Selanjutnya Nabi SAW bersabda sbb: "Bumi akan digulung untuknya ". Ini berErti Dajjal akan bergerak begitu cepat seolah-olah bumi yang luas ini kelihatan sempit. Gerakan Dajjal melalui udara dikatakan sebagai berikut: "la akan menggenggam awan di tangan kanannya". Ertinya ia akan terbang menembus dan di atas awan. Selanjutnya Nabi Saw menerangkan bahwa "Dajjal akan meloncat-loncat di antara bumi dan langit". Semua ini mengisyaratkan perjalanan Dajjal melalui udara. Lebih lanjut diterangkan bahwa Dajjal akan bergerak begitu cepat hingga ia:

"Mendahului matahari di tempat terbenamnya"

Pada dewasa ini kapal-udara terbang lebih cepat dari jalannya matahari; orang yang berangkat dari Timur pada pagi hari, akan sampai di Barat sebelum matahari terbenam. Penerbangan dari Calcuta ke Bombay atau dari Lahore ke Karachi, hanya memakan waktu beberapa jam sahaja. Siapa tahu orang akan terbang lebih cepat lagi daripada keadaan sekarang. Selanjutnya diterangkan bahwa "lautan hanya sedalam mata-kaki Dajjal" Hal ini terjadi sungguh-sungguh dengan gerakan kapal selam di bawah permukaan laut.

Kendaraan Dajjal disebut keledai, kerana keledai digunakan untuk mengangkut orang dari sini ke sana, dan pula digunakan untuk mengangkut muatan bagi manusia. Akan tetapi keledai Dajjal bukanlah keledai sungguh-sungguh, kerana keledai ini digambarkan mempunyai telinga yang jaraknya tujuh puluh yard dan warnanya putih mengkilat. Gambaran ini sebenarnya untuk melukiskan kereta-api.

Adapun Hadis yang menerangkan satu langkah Dajjal akan mencapai jarak perjalanan sehari semalam, ini berErti bahwa jarak yang ditempuh sehari semalam, itu hanyalah satu langkah sahaja bagi Dajjal. Hendaklah diingat bahwa gambaran tentang kemampuan Dajjal menundukkan alam tidaklah sekali-kali dimaksud untuk mengutuk perbuatan Dajjal, tetapi untuk menunjukkan bahwa Dajjal mempunyai anggapan sebagai orang yang paling berkuasa, dan lupa akan kedudukannya sebagai hamba Allah yang hina. Jadi yang dikutuk ialah pengakuan Dajjal bahwa ia mempunyai kekuasaan Ketuhanan.

19. DAJJAL MENGELUARKAN KEKAYAAN BUMI

Dalam Hadis diterangkan bahwa kekayaan bumi akan mengikuti Dajjal. Ini mengisyaratkan penemuan orang-orang Eropah akan kekayaan bumi yang terpendam. Dimana ada kekayaan bumi yang terpendam, baik yang berupa mas, perak, besi, batubara, minyak dan bahan-bahan mineral, pasti diketemukan oleh orang-orang Eropah.

Semua kekayaan itu, baik di Barat maupun di Timur, diusahakan oleh orang-orang Eropah. Setelah dikeluarkan dari perut bumi, bahan-bahan itu dibuat barang-­barang yang oleh bangsa Eropah digunakan untuk menjajah bangsa lain di dunia. Selain itu mereka mengusahakan daerah padang pasir yang tandus dijadikan daerah yang subur dengan memberinya saluran air.

Singkatnya, semua kekayaan bumi baik yang berupa mineral maupun hasil tanaman, dikuasai oleh bangsa-bangsa Eropah. Semua kekayaan mengikuti Dajjal, dan keuntungan bangsa-bangsa Eropah semakin bertambah, sedangkan bangsa-bangsa lain di dunia hanya dijadikan buruh mereka untuk menghasilkan bahan-bahan mentah guna kepentingan industri mereka.

Sejumlah besar emas dan kekayaan dunia baik di India, di Afrika dan negara-negara Timur, semuanya dirompak habis untuk dilonggokkan di Eropah dan Amerika. Alangkah hebatnya ru'yah Nabi SAW tigabelas abad yang lampau tentang keadaan yang kita alami sekarang ini. Alangkah baiknya jika ru'yah itu diberitahukan kepada orang-orang yang disesatkan oleh kekayaan, kemewahan dan kekuasaan bangsa­-bangsa Eropah, hingga  bertekuk lutut di hadapan mereka. Hendaklah mereka suka merenungkan ketajaman penglihatan rohani Nabi SAW yang beberapa ratus tahun sebelumnya, dapat melihat gambaran dunia sekarang ini dengan segala perinciannya sehingga beliau mampu memberi gambaran yang jelas kepada bangsa Arab ketika itu.

20. KAWAN-KAWAN DAJJAL HIDUP SENANG, DAN MUSUH­
MUSUH DAJJAL HIDUP SENGSARA.

Sudah terang bahwa memeluk agama Dajjal adalah cara yang sebaik-baiknya untuk menghormati dan bersahabat dengan Dajjal. Hadis yang menerangkan bahwa pengikut-pengikut Dajjal akan senang hidupnya, ini berlaku pula bagi orang-orang yang bersumpah setia kepadanya. Ambillah misalnya keadaan di lndia. Orang-orang yang sebelum masuk Kristian termasuk golongan rakyat yang hidup sengsara, kini mereka menjadi orang-orang kaya dan berkedudukan tinggi.

Kekayaan yang diambil dari segala penjuru dunia dan ditumpuk di Eropah dan Amerika; jika ini akan diambil sedikit untuk negara-negara lain di dunia; maka pertama-tama, bagian itu dibagikan kepada negara-negara Timur yang menganut agama Dajjal dengan memberikan kepada mereka gaji-gaji yang memuaskan. Alangkah benarnya gambaran Hadis tentang hal ini:

"Ia (Dajjal) akan membawa gunung-roti, semua orang menderita kesukaran, kecuali orang-orang yang mengikutinya".

Sungguh benar bahwa jaminan yang terbaik bagi keamanan ekonomi sekarang ini ialah memeluk agama Kristian. Orang-orang yang tidak mau mengambil jalan ini dan tidak mau hidup rukun dengan mereka, pasti akan mengalami kehidupan yang sukar dan sengsara. Alangkah benarnya gambaran yang diberikan oleh Nabi SAW:

"Barang siapa mengikuti Dajjal, ia akan diberi makan, akan tetapi ia dijadikan kafir" (Kanzul-'Ummal, jilid VII, halaman 2104).

Lepas dari orang-orang yang sepenuhnya menganut agama Dajjal, ada pula orang yang bermain-mata dan mengambil muka dengan Dajjal, hanya kerana mengejar uang semata-mata. Inilah golongan manusia yang dituju oleh Hadis berikut ini :

"Kami bersahabat dengan Dajjal, sekalipun kami tahu bahwa ia kafir. Kami bersahabat dengan Dajjal agar kami dapat makan dari Persediaannya."

Inilah hamba-hamba perut yang menari-nari menurut irama Dajjal. mereka mengerjakan hal-hal yang bertentangan dengan agama, bangsa dan negara, hanya kerana sesuap nasi. Tujuan Dajjal memberi makan orang-orang ini ialah agar mereka menjadi orang yang tidak beragama, sekalipun Dajjal tidak berhasil memasukkan mereka dalam agamanya; setidak-tidaknya Dajjal berhasil membikin mereka acuh-tidak acuh terhadap agama mereka sendiri. Jika tidak demikian, apakah tujuan missi Kristian dan sekolah-sekolah dan perguruan tinggi? Sebenarnya sistem pendi­dikan yang diberikan kepada anak-anak kita, itu hanya bertujuan untuk memisahkan mereka dari agama dan Allah. Dan apakah yang dijadikan daya-penarik pendidikan ini? Tiada lain hanyalah diberinya mereka hak untuk mendapatkan pekerjaan, jadi kembali lagi kepada persoalan perut dan roti.


21. PERTEMUAN DAJJAL DENGAN ARWAH ORANG-ORANG YANG SUDAH MENINGGAL DAN PERCAKAPAN DAJJAL DENGAN MEREKA.

Walaupun Dajjal amat sibuk dalam urusan duniawi, namun Dajjal tidak mengabaikan bisikan kudrat yang membisikkan kehidupan di luar dunia. Maka dari itu Dajjal memperlihatkan perhatiannya di lapangan ini, yang lazim disebut "Spritisme". Di lapangan ini Dajjal mengaku mempunyai ilmu bagaimana caranya agar orang dapat berhubungan dengan arwah orang-orang yang sudah mati, dan bagaimana bercakap-cakap dengan mereka. Hadis berikut ini menerangkan tentang perbuatan yang luar biasa ini:

"Bersama-sama Dajjal akan dibangkitkan setan-setan yang rupanya mirip dengan orang-orang yang telah meninggal, apakah itu ayah ataukah saudara mereka".

Hadis lain lagi:

"Setan-setan akan bercakap-cakap dengan manusia".

Selain setan-setan itu mirip rupanya dengan orang-orang yang sudah meninggal, mereka dapat pula bercakap-cakap dengan manusia. Apa yang dilukiskan oleh Nabi SAW ini yang dapat disebut gerakan "spiritisme" sungguh-sungguh membuktikan hebatnya ramalan beliau.

Orang yang berkecimpung dalam gerakan ini tahu benar bagaimana mengatur ruangan yang khusus dipersiapkan untuk ini, dan bagaimana mengatur penerangan lampu yang digunakan khusus untuk ini. Kemudian bagaimana caranya melaksanakan apa yang disebut medium yang dapat mewujudkan bayangan arwah orang-orang yang sudah meninggal, yang bercakap-cakap dengan manusia; mereka kelihatan sebentar, lalu menghilang lagi.

Dan orang-orang yang menghadiri pertemuan ini kadang-kadang mengalami perubahan pikiran, seperti halnya orang-­orang India yang diubah pikirannya sehingga mereka melihat perwujudan arwah, yang asalnya hanya dari angan-angan mereka sendiri. Apakah "Spiritisme" itu mengandung kebenaran atau tidak adalah soal lain. Adapun yang kami persoalkan ialah bahwa Nabi SAW telah memberi gambaran yang benar tentang ilmu sihir (magic) yang dilakukan oleh Dajjal, yang diramalkan oleh Baginda saw dengan kata-kata yang terang, lima belas abad yang lampau.

22. KEKUATAN YAHUDI DI BELAKANG DAJJAL.

Ramalan Nabi SAW tentang Dajjal adalah bukti yang mengagumkan tentang hebatnya ru'yah Baginda mengenai peristiwa yang akan terjadi di kemudian hari. Dalam Hadis diterangkan bahwa Baginda menunjuk Gereja sebagai tempat Dajjal, dan Al-Qur'an juga memberi petunjuk tentang identiti Dajjal dengan kata-kata spt. "Dan agar ia memberi peringatan kepada orang-orang yang berkata bahwa Allah mempunyai Putera." (18:4).

Adapun kebencian orang-orang Yahudi terhadap Nabi Isa, Al-Qur'an menghuraikan begitu jelas, hingga Al-Qur'an menyebut-nyebut surat tulisan kaum Yahudi yang menodai kesucian Siti Maryam, Ibu Nabi Isa. Qur'an berfirman  bermaksud:

"Dan ucapan mereka terhadap Maryam adalah fitnah yang besar" (4: 156).

Sikap permusuhan kaum Yahudi terhadap Nabi Isa adalah yang paling besar yang pernah dilancarkan oleh suatu bangsa terhadap seseorang. Sifat permusuhan yang abadi ini dihuraikan dalam Al-Qur'an sbb:

"Kami bangkitkan sikap permusuhan di antara mereka sampai Hari Kiyamat" (5:14).

Kaum Yahudi mengalami bermacam-macam penindasan, baik di zaman Nabi Saw maupun sebelumnya, dan penindasan ini berlangsung terus sampai lama sesudah Baginda. Bahkan dapat dikatakan sampai muncul Dajjal, kaum Yahudi tetap mengalami penindasan oleh kaum Nasrani. Namun demikian Nabi Saw meramalkan sbg:

"Dajjal akan disertai oleh tujuh puluh ribu orang Yahudi."

"Kebanyakan orang yang mengikuti Dajjal ialah kaum Yahudi."

"Dajjal musuh Allah, akan muncul dan akan disertai oleh balatentara yang terdiri dari kaum Yahudi."

Hendaklah diingat bahwa tidak ada Hadis satupun yang menerangkan bahwa Dajjal adalah orang Yahudi. Sebaliknya Hadis menerangkan bahwa Dajjal adalah identiti dengan kaum Nasrani. Selain itu Al-Qur'an menerangkan bahwa kaum Nasrani selalu lebih unggul daripada kaum Yahudi:

"Dan Aku akan membuat orang-orang yang mengikuti engkau (Nabi Isa) melebihi orang-orang kafir, sampai Hari Qiyamat" (3:55).

Namun kita dihadapkan dengan kenyataan yang paling aneh, yakni bahwa Pemerintahan Kristian sangat bergantung kepada bantuan kaum Yahudi. Para Menteri dari pemerintahan Negara Kristian yang besar-besar, mengerjakan begitu sahaja apa yang diminta oleh orang­-orang Yahudi. Adapun sebabnya tidak sukar dicari. Kaum Yahudi mempunyai banyak wang untuk membantu Pemerintahan Kristian. Bahkan Pemerintah Inggris yang begitu jayapun membantu kepentingan Yahudi untuk menghancurkan kaum Muslimin di Palestin.

Kaum Muslimin di Palestin dibikin melarat, hingga ladang-ladangnya terpaksa dijual kepada orang-orang Yahudi yang berdiam di sana dalam jumlah besar. Perkataan "tujuh puluh ribu orang Yahudi" dalam Hadis ini mengandung Erti jumlah yang besar. Sebagaimana kita maklum, bahasa Arab "tujuh" atau "tujuh puluh" itu digunakan untuk menunjukkan jumlah yang besar. Jadi, tujuh puluh ribu orang Yahudi ini Ertinya banyak sekali kaum Yahudi yang mahu bekerja-sama dengan Dajjal. Jika penduduk dunia tidak tahu bagaimana kaum Yahudi secara diam-diam membantu Pemerintah Inggris dan Pemerintah Barat lainnya, atau bagaimana Pemerintah Inggris membantu kaum Yahudi, maka tindakan Pemerintah Inggris memindahkan bangsa Yahudi ke Palestin sudah cukup sebagai bukti benarnya ramalan Nabi SAW tentang adanya persekutuan rahsia ini.

Namun demikian, gabungan kekuatan antara kaum Yahudi dan kaum Kristian Eropah tidak sekali-kali menggentarkan kaum Muslimin, asalkan kaum Muslimin menyedari sepenuhnya bahwa Nabi SAW disamping meramalkan adanya kekuatan gabungan yang menakutkan ini, Baginda saw tiga belas abad yang lampau juga meramalkan bahwa pada akhir zaman, Islam akan memperoleh kemenangan di atas sekalian agama di dunia.

23. PENGARUH DAJJAL TERHADAP WANITA.

Dalam Hadis diterangkan bahwa Dajjal tidaklah kecil pengaruhnya terhadap kaum wanita. Kenyataan menunjukkan bahwa walaupun manusia mempunyai kesanggupan untuk berbuat baik, namun pelaksanaannya harus disertai dengan usaha keras seakan-akan harus mendaki puncak gunung. Tetapi tidak demikianlah halnya perbuatan buruk. Tanpa susah payah sedikitpun, manusia selalu siap dan tidak segan-segan melakukan perbuatan yang merusak moral dan perbuatan biadab.

Celakanya pada dewasa ini Eropahlah yang membuka pintu segala macam godaan berupa pergaulan bebas yang melebihi batas antara lelaki dan wanita. Adegan­-adegan yang membangkitkan nafsu berahi, baik yang dipentaskan dalam panggung maupun di layar putih, menyebabkan tempat-tempat yang menggiurkan itu banyak dikunjungi orang, terutama para pemuda. Gambar-­gambar cabul, tarian telanjang, pakaian wanita setengah telanjang, semua kejahatan yang ditimbulkan oleh hidup berfoya-foya ini menyebabkan jiwa manusia cepat menjadi rusak. Rosak badannya, demikian pula rosak moralnya.

Meluncur ke bawah adalah lebih mudah daripada naik ke atas. Kejadian-kejadian tersebut buruk sekali pengaruhnya terhadap karakter bangsa kita sendiri. Perbuatan orang-­orang Eropah yang keji itu, makin lama makin dianggap tidak menjijikkan lagi oleh bangsa kita. Pelacuran dan segala pendahuluannya tidak memuakkan perasaan kita lagi. Perbuatan mesum ini, yang cepat sekali menjalarnya di kalangan kaum lelaki, kini mulai menjalar di kalangan kaum wanita.

Tepat sekali sabda Nabi SAW sbb:
"Orang terakhir yang akan datang kepada Dajjal adalah kaum wanita."

Memang sifat pemalu kaum wanita dapat lama bertahan menghadapi godaan Dajjal. Akan tetapi sekarang mereka sudah jatuh menjadi korban godaan Dajjal, dan sekalipun di negeri kita belum begitu memuncak seperti di Eropah, namun sekarang banyak wanita Timur yang mengucapkan selamat tinggal kepada kesopanan Islam dan berganti menggunakan kesopanan setengah-telanjang ala barat. Mereka bukan sahaja mengunjungi tempat-tempat hiburan, melainkan mereka sudah mulai ikut-ikutan berdansa.

Apabila pengaruh Dajjal sudah tidak terkendali lagi dan kebudayaan Islam sudah diganti dengan kebudayaan Barat, pasti akan tiba saatnya bahwa di negara kita seperti halnya di negara Eropah, pelacuran dan segala pendahuluannya, bukan lagi hal yang memuakkan batin kita. Memang benar bahwa agama Islam tidak menyuruh kaum wanitanya supaya menyendiri di kamar, dan memakai selubung seperti wanita di India atau di tanah Arab.

Sebaliknya Islam mengizinkan kaum wanita keluar untuk bekerja, berdagang, mendatangi suatu keperluan, memenuhi tugas sosial, ekonomi dan keperluan lainnya. Wanita dapat bekerja sebagai buruh, sebagai pedagang, dan sebagai prajurit. Akan tetapi dengan segala kebebasan bergerak, Islam tidak mengizinkan pergaulan bebas antara lelaki dan wanita, demikian pula tidak mengizinkan memakai pakaian yang tidak sopan jika berkumpul bersama kaum pria dalam suatu keperluan. Kaum wanita dilarang mempertontonkan kemolekan tubuhnya yang dapat menggiurkan kaum lelaki. Cara-cara memperlihatkan kemolekan dan pergaulan-bebas inilah ciri-ciri khas Dajjal dalam pergaulan, yang buruk sekali pengaruhnya terhadap wanita Islam yang bermartabat tinggi.

bersambung..........

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...