Sunday, 11 December 2011

GERHANA BULAN 1433



Rasulullah saw bersabda,
إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ لاَ يَخْسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ وَلَكِنَّهُمَا آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ فَإِذَا رَأَيْتُمُوهَا فَصَلُّوا (رواه البخاري

“Sesungguhnya matahari dan bulan tidak gerhana karena kematian seseorang atau karena kehidupannya. Akan tetapi keduanya merupakan tanda-tanda kebesaran Allah. Jika kalian menyaksikannya, maka hendaklah kalian shalat.” (HR. Bukhari)
Dalam redaksi yang lain, Bukhari juga meriwayatkan,

إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لاَ يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ وَلَكِنَّ اللَّهَ تَعَالَى يُخَوِّفُ بِهَا عِبَادَهُ

“Sesungguhnya matahari dan bulan keduanya merupakan tanda-tanda kebesaran Allah, keduanya tidak gerhana karena kematian seseorang atau karena kehidupannya.. Akan tetapi Allah hendak membuat gentar para hamba-Nya.” (HR. Bukhari)
Disamping hal ini juga mengingatkan seseorang dengan kejadian hari kiamat yang salah satu bentuknya adalah terjadinya gerhana dan menyatunya matahari dengan bulan, seperti Allah nyatakan dalam surat Al-Qiyamah: 8-9.

وَخَسَفَ الْقَمَرُ . وَجُمِعَ الشَّمْسُ وَالْقَمَرُ (سورة القيامة

“Dan apabila bulan telah hilang cahayanya. Dan Matahari dan bulan dikumpulkan.” (QS. Al-Qiyamah: 8-9)






8.50 pm di PN
bulan mula memasuki bayang umbra Bumi di sebalik awan







9.15 mlm di Planetarium Negara




9.17 mlm di Planetarium Negara





9.21 pm di Planetarium Negara






9:25PM
Planetarium Negara Kuala Lumpur


10.07 pm at Planetarium Negara



10.15PM
Planetarium Negara Kuala Lumpur



10.16PM
Planetarium Negara Kuala Lumpur



10.38PM
Planetarium Negara



10.46PM
Planetarium Negara



10.53PM
Planetarium Negara



10.55PM
Planetarium Negara



11.02PM
Planetarium Negara



11.12PM
Planetarium Negara



11.34PM
Planetarium Negara



11.41PM
Planetarium Negara



11.51PM
Planetarium Negara



12.02 PM
Planetarium Negara




12.10 AM
Planetarium Negara







Adakah Anda Faham Islam Sebagaimana Abu Jahal Faham Islam?
www.iluvislam.com
oleh: tajulrijalannuar
editor: deynarashid

Pelik bukan, mendengarkan tajuk artikel ini. Benar, Abu Jahal dan Abu Sufyan (ketika masih belum terima Islam) mungkin sekali memahami Islam lebih daripada kita ini yang telah bershahadah dan mengaku diri ini sebagai seorang Muslim.

Pelik bukan, bagaimana dua orang tokoh penentang Islam boleh sahaja memahami Islam ini dalam konteks untuk menerimanya. Sehinggakan mereka menjadi penentang yang amat tegar dan penzalim terhadap ummat Islam yang terawal.

Dengan ini saya bawakan dua buah kisah yang amat menarik, yang mungkin sekali membuktikan betapa mereka ini memahami Islam itu.

Kisah Abu Jahal

Abu Jahal nama sebenarnya adalah Amr Ibn Hisyam. Dia merupakan pemimpin arab jahiliyah yang terkenal. Digelar Abu Jahal kerna kejahilan nya terhadap Islam dan kerana kejahilannya itu dia menentang. Bukan lah maksudnya dia jahil itu dia tidak mengetahui tetapi dia mengetahui dakwah Rasul itu, memahaminya, tetapi menentang dengan cukup tegar sekali.

Dia juga digelar sebagai Abu Hakam; dimana gelaran ini membawa maksud seorang yang memiliki kebijaksanaan (father of wisdom).

Jadi bagaimana kita hendak katakan yang seorang yang digelar sebagai 'father of wisdom' ini tidak memahami dua kalimat arab yang mempunyai makna tiada ilah selain Allah dan Muhammad itu Rasullullah.

Abu Jahal merupakan seorang arab bahkan digelar dengan gelaran Abu Hakam, maknanya dia ini pastinya seorang yang arif dalam hal-hal bahasa sebagaimana seorang hakim memahami bahasa perundangan.
Tetapi kenapa tetap juga ditolak Islam itu mentah-mentah bahkan menentang dengan penuh tegar dan dahsyat?

Diceritakan suatu ketika Ar-Rasul berdakwah kepada kaum kerabatnya dengan mengajak kepada tiada ilah selain Allah dan Muhammad itu Rasul Allah, maka berdiri dengan lantangnya Abu Jahal ini dengan berkata,
"Jika itu kau bawakan kepada kami wahai Muhammad, maka kau telah melancarkan perang terhadap seluruh jazirah Arab tidak kira dengan orang arab atau bukan arab!".

Lihat saudaraku, seiman dengan ku, kenapa kah kalimah yang kita lihat sebagai kalimah yang mudah ini boleh menyebabkan orang seperti Abu Jahal itu memerangi Muhammad SAW?

KENAPA KALIMAH YANG SERINGKALI KITA SEBUTKAN DAN LAFAZ SETIAP HARI SEPERTI TIADA APA-APA INI DI FAHAMI OLEH ABU JAHAL SEHINGGA DIA MENENTANG DENGAN PENUH TEGAR?

Maka tidak kah kita terfikir APAKAH MAKSUD SHAHADAH ITU SATU PERSATU? Dari makna kesaksian kepada maksud ilah kepada mengenal siapa itu Allah sehingga kepada mengakui dan mengenal apa itu Rasul dan siapakah Muhammad itu sebagai Rasul, sebagaimana difahami oleh Abu Jahal?

Kisah Abu Sufyan

Ibnu Abbas r.a. mengatakan bahwa Abu Sufyan bin Harb bercerita kepadanya, bahwa Heraclius (Herclius, Raja Rumawi Timur yang memerintah tahun 610 - 630 M) berkirim surat kepada Abu Sufyan menyuruh ia datang ke Syam bersama kafilah saudagar Quraisy (Quraisy, nama suku bangsawan tinggi di negara Mekkah).

Waktu itu Rasullah saw, sedang dalam perjanjian damai dengan Abu Sufyan dan dengan orang-orang kafir Quraisy (Perjanjian damai, yaitu Perjanjian Hudaibiyah yang dibuat tahun 6 H). Mereka datang menghadap Heraclius di Ilia (Ilia, yaitu Baitul Maqdis (Jerusaalem)) terus masuk ke dalam majlisnya, dihadapi oleh pembesar-pembesar Rumawi.

Kemudian Heraclius Memanggil orang-orang Quraisy itu beserta Jurubahasanya. Ceritanya barangkali panjang maka saya ringkaskan kepada satu perbualan sahaja.

Heraclius:
"Apakah yang diperintahkannya kepada kamu sekalian?"
Abu Sufyan:
"Dia (Muhammad) menyuruh kami menyembah Allah semata-mata, dan jangan mempersekutukan-Nya. Tinggalkan apa yang diajarkan nenek moyangmu! Disuruhnya kami menegakkan Shalat, berlaku jujur, sopan (teguh hati) dan mempererat persaudaraan!"

Lihat, Abu Sufyan memahami apa yang dibawa Ar Rasul, yakni shahadah itu. Tetapi kenapa ketika itu dia tidak mahu terima Islam? Apa yang ada sebenarnya dalam kalimat yang kita lihat sebagai mudah itu sehingga Abu Jahal memeranginya dan kaisar romawi begitu ingin tahu terhadapnya?

Apa yang ada pada kalimat itu sehingga kedua tokoh arab itu memahaminya dan menolaknya sedangkan ada yang menerimanya dengan hati terbuka seperti Abu Bakar As Siddiq dan ada yang menerimanya setelah memahaminya walaupun sebelumnya berniat membunuh Ar Rasul seperti Umar Ibn Khattab?

Kalimah shahadah itu merupakan perjanjian yang teguh antara seorang insan dengan penciptanya tanpa perantaraan manusia. Tanpa paderi yang menjadi perantara. Hubungan terus antara manusia dengan Allah. Dimana kita menerima Allah itu sebagai ilah dan Muhammad itu sebagai Rasul Nya?

Apakah ilah itu sehingga kita sebutkan ilah itu sebagai Tuhan? Ilah itu adalah:
"Yang diharapkan, Yang ditakuti, Yang diikuti, Yang dicintai" dimana sifat itu difahami dengan sebetulnya.

Di mana kita letakkan syahadah kita?


Masalahnya kini kita telah mencipta banyak ilah lain selain Allah secara kita tidak sedar. Saya sebagai remaja ingin memberi contoh, kita punya kekasih hati (orang sarawak panggil gerek) dan kita harapkan dia, kita sayangkan dia sepenuh hati, kita ikut kehendaknya, kita takut kalau dia merajuk atau sedih dan kita cintai dia sepenuh hati kita. Bukankah itu kita telah menciptakan ilah yang lain?!!

Benar, kita senang katakan yang kita mencintai Allah lebih dari segalanya, lebih dari kekasih kita itu.
Tetapi adakah iman itu hanya dibuktikan dengan kata-kata kosong sedangkan perlakuan kita tidak menunjukkan dan membuktikan apa yang kita ucapkan bahkan berlawanan dengan apa yang kita katakan cinta kita sepenuhnya kepada Allah???

Dimana sebenarnya kita letakkan Allah itu sebagai ilah dan lebih lagi dimana kita letakkan pengertian kita bershahadah??? Bahkan dalam konteks remaja yang berkasihan dengan lawan sejenisnya itu melakukan maksiat kepada Allah dalam dia berkata dia mencintai Allah lebih dari segalanya. Itu sesuatu yang sangat keji dan menyedihkan.

Mungkin dalam konteks sebagai dewasa, sebagai pekerja, pembaca mungkin boleh berfikir sendiri betapa kita telah mencipta sembahan dan ilah selain Allah. Dimanakah nilai kita ini sebagai seorang yang bershahadah? Adakah kita bershahadah dengan bermain-main? Ataupun kita anggap shahadah itu sebagai kata-kata kosong yang tidak ada harga dan isinya??

Lihat saudara ku, betapa sehingga Abu Jahal itu menentang Islam kerana dia tahu bilamana dia menerima Allah itu sebagai satu-satunya ilah
dia perlu dan wajib menolak ilah lain yang telah dia ciptakan seperti kekuasan, kekayaan dan darjat. Bilamana dia memahami maksud ilah itu, dia menentang Islam bahkan melancarkan perang terhadap Islam.

Sesungguhnya Abu Jahal ini benar-benar memahami shahadah itu dan memahami maksud ilah yang sebenar. Adakah kita faham Islam itu sebagaimana Abu Jahal memahaminya, atau lebih teruk lagi??

Fikirkanlah..:
"dan diantara manusia ada yang menyembah selain Allah sebagai tandingan yang mereka cintai seperti mencintai Allah. Adapun orang-orang beriman amat besar cintanya kepada Allah." 2:165

Wednesday, 7 December 2011

10 Muharram 1433

Pembaca yang dirahmati Allah,

Dalam bulan Muharram, hari yang paling bertuah ialah hari ke-10 atau lebih 
dikenali dengan namaHari Asyura’.Pada hari tersebut kita disunatkan berpuasa.Malah dalam Mazhab Hanafi puasa hari ke-10 dalam bulan Muharram ini adalah satu-satunya fardhu puasa yang pertama sebelum difardhukan puasa dalam bulan Ramadhan.
 
 Hadith daripada Aisyah rdnh:
"Sesiapa ingin berpuasa (sunat 10 Muharram) maka bolehlah dia berpuasa.
Dan sesiapa yang tak ingin berpuasa maka boleh dia tinggalkan”. 
(HR Bukhari dan Muslim.)


Malah dalam sebuah hadith riwayat Muslim, Nabi saw berpuasa pada 10 Muharram kerana pada hari tersebut diselamatkan Nabi Musa a.s daripada lemas dan juga daripada buruan Firaun.

KELEBIHAN

Baginda saw bersabda: “Berpuasa sunat pada 10 Muharram akan menghapuskan dosa setahun sebelumnya”. (HR Imam Muslim)

BEZAKAN PUASA DENGAN ORANG YAHUDI……. Oleh kerana orang Yahudi juga berpuasa pada10 Muharram maka disunatkan umat Islam berpuasa sejak 9 Muharram lagi bagi membezakan dengan puasa orang Yahudi. Hadith ini dikhabarkanoleh Ibnu Abbas dalam sebuah hadith riwayat Muslim dan Abu Daud.
Atau kalau tidak dapat dikerjakan pada 9 Muharram maka boleh juga digandingkan 10 Muharram dengan 11 Muharram.



SEJARAH 10 MUHARRAM

Imam al-Ghazali menyebut dalam kitabnya Mukasyafatul Qulub bahawa pada
tarikh tersebut:
+ Terbunuhnya Sayyidina Hussain (cucu Nabi) di Karbala’.
+ Diterima taubat Nabi Adam a.s.
+ Dicipta Adam a.s
+ Dimasukkan Adam a.s ke dalam syurga.
+ Dicipta arasy, Kursi, langit, matahari, bulan, bintang-bintang.
+ Dilahirkan Nabi Ibrahim a.s.
+ Selamat Nabi Ibrahim daripada api Namrud.
+ Selamat Musa dan pengikutnya.+ Lemas Firaun
+ Dilahirkan Nabi Isa a.s.
+ Diangkat Nabi Isa kelangit.
+ Diangkat Nabi Idris ke langit.
+ Mendaratnya kapal Nabi Nuh dengan selamat di atas bukit Judy.
+ Nabi Sulaiman diberi kerajaan yang besar.
+ Dikeluarkan Nabi Yunus dari perut ikan Nun
+ Nabi Ya’kub dapat melihat kembali selepas daripada menjadi buta.
+ Dikeluarkan Nabi Yusuf daripada telaga buta.
+ Disembuhkan Nabi Ayyub daripada penyakitnya.
+ Hujan yang pertama turun dari langit kebumi.

14 perkara yang sunat dilakukan pada hari Asyura :

1. Melapangkan masa / belanja anak isteri . Fadhilat – Allah akan melapangkan hidupnya pada tahun ini.
2. Memuliakan fakir miskin. Fadhilat – Allah akan melapangkannya dalam kubur 
3. Menahan marah. Fadhilat – Di akhirat nanti Allah akan memasukkannya 
ke dalam golongan yang redha
4. Menunjukkan orang sesat. Fadhilat – Allah akan memenuhkan cahaya iman dalam hatinya.
5. Menyapu / mengusap kepala anak yatim. fadhilat – Allah akan mengurniakan sepohon pokok di syurga bagi tiap-tiap rambut yang di sapunya.
6. Bersedekah. Fadhilat – Allah akan menjauhkannya daripada neraka sekadar jauh seekor gagak terbang  tak berhenti-henti dari kecil sehingga ia mati. Diberi pahala seperti bersedekah kepada semua fakir miskin di dunia ini.
7. Membaca Qulhuwallah hingga akhir seribu kali. Fadhilat – Allah akan memandanginya dengan pandangan rahmah diakhirat nanti
8. Menjamu orang berbuka puasa. Fadhilat – Diberi pahala seperti memberi sekalian orang Islam berbuka puasa.

 kesimpulan
 
Betapa istimewanya hari 10 Muharram ini,bilamana bukan sahaja manusia di galakkan berpuasa bahkan binatang pun berpuasa pada hari tersebut.
Pengalaman ini pernah di lalui oleh seorang ulama yang pernah meletakkan manisan pada suatu tempat yang berdekatan dengan sarang semut tepat pada hari 10 Muharram tersebut tetapi anehnya beliau dapati seekor semut pun tak menghurung atau menghampiri manisan tersebut .
Keesokan harinya barulah manisan tersebut di hurungi oleh semut-semut berkenaan.Subhanallah…….

Wallahu'alam

Tuesday, 6 December 2011

Sambungan

Aliran Keadilan ( al-Tayyar Al-Wasati )

Asas aliran ini ialah : keseimbangan dan keadilan di dalam memahami hakikat agama,kehidupan dan perjuangan untuk menegakkan kalimah Allah Ta’ala.aliran ini juga mempunyai ciri-ciri khusus seperti yang lain,namun mereka banyak memberikan tumpuan kepada hal-hal seperti berikut:

1) Memahami agama dengan cara menyeluruh,seimbang dan mendalam

2)Memahami reality kehidupan dengan lengkap.Semuanya diambil kira samada reality kaum muslimin ataupun reality semua musuh-musuh islam

3)Memahami benar sunnah Allah yang berlaku di dalam kehidupan ini yang tidak pernah berubah dan berganti

4) Memahami maqasid syariah ( maksud-maksud ) secara syumul dan tidak bersikap static (jumud) terhadap makna-makna yang zahir sahaja

5)Memahami erti kata keutamaan dan priority di dalam langkah-langkah perjuangan yang berkaitan langsung dengan kefahaman pertimbangan antara tugas-tugas yang dijalankan

6)Memelihara cara keterbukaan dan tolak ansur dalam urusan khilafiyah dengan aliran-aliran perjuangan islam yang lainnya.Kaedah mereka adalah ;Bekerjasama dalam perkara-perkara yang disepakati dan saling bermaafkan dalam perkara yang masih diperselisihkan.
7) Menggabungkan antara aliran salafiyah dan pembaharuan atau  dengan kata lain;antara ciri keaslian dan tuntutan kemodenan

8) Mempadukan antara keaslian hukum syara’ dengan perubahan zaman

9) Membuka pintu untuk berdialog dengan pihak-pihak lain iaitu dengan golongan bukan islam atau dengan kelompok muslimin yang telah terjajah pemikiran dan mentalitinya  oleh pengaruh barat.

10)Menampilkan islam sebagai satu-satunya alternative dalam pembangunan peradaban manusia yang intergrated dan menyeluruh demi menyelamatkan mereka dari kongkongan dunia materialisme

11)Menjadikan jihad sebagai satu cara untuk melindungi kemuliaan umat islam dan negaranya.

Aliran inilah yang menjadi ikutan kami dan sentiasa kami menyeru kepada kaum muslimin untuk menjadikannya sebagai satu jalan perjuangan menuju kepada kejayaan islam,kerana ianya selari dengan ajaran-ajaran al-Qur’anul Karim dan pedoman yang diberikan oleh Rasulullah saw dalam sunnah dan sirahnya dan telah pun dijadikan pedoman oleh para Khulafa al-Rasyidin,para sahabat dan generasi tabiin dan seterusnya yang termasuk dalam generasi pilihan.

Satu fakta yang tidak dapat dinafikan pada hari ini bahawa pihak-pihak yang memusuhi islam dan kebangkitannya,samada yang bersarang dalam tubuh umat islam sendiri ataupun dari luar,sangat gerun terhadap aliran ini daripada aliran yang lain.Bahkan lebih dari itu mereka lebih memusuhi gerakan aliran Keadilan islam ini lebih daripada yang lainnya.

Fakta sejarah dan semasa telah membuktikan hal tersebut apabila ramai tokoh-tokoh yang lahir daripada aliran ini (Ikhwanul Muslimin, hamas,FIS ,PAS dan lain-lain) yang telah dibunuh ataupun ditangkap lalu diseksa menerusi berbagai komplot yang diatur rapi oleh pihak musuh islam khususnya puak yahudi Zionist, gerakan kristian,pemimpin umat islam yang menjadi talibarut ataupun komunis.

Oleh itu amat bertepatanlah sekali  Firman Allah yang mafhumnya;

 “Dan tidak akan sekali-kali redha ke atas kamu yahudi dan nasara, sehinggalah kamu mengikuti ajaran (millah ) mereka” (Al-Baqarah ayat 120).

Secara ringkasnya pengajaran yang boleh kita ambil daripada ayat di atas ialah:

1) Musuh islam sekali-kali tidak akan membenarkan umat islam mempraktikkan  system islam secara menyeluruh sebagaimana yang telah dipraktikkan oleh Rasulullah saw,Khulafa ar-Rasyidin dan generasi pilihan.

2) Sekiranya mereka mendapati system/sunnah tersebut cuba dipraktikkan maka mereka akan segera menghalanginya samada dengan melancarkan perang,memburu dan membunuh tokoh-tokoh utama gerakan itu ataupun memburuk-burukkan gerakan tersebut dengan memberi label yang negative supaya manusia lain membenci gerakan tersebut.

3) Neraca untuk menilai samada sesebuah gerakan islam itu  menepati sunnah perjuangan para nabi dan rasul serta para sahabat adalah apabila ia di musuhi oleh dua musuh islam yang utama tersebut.


Kesimpulan

Mudah-mudahan dengan kupasan penulis yang fakir ilmu ini akan memberi kefahaman kepada mereka yang masih tercari-cari atau masih keliru untuk memilih “ platform” dalam rangka memperjuangkan islam yang kita cintai ini.

Dalam memperjuangkan islam ini marilah kita menjadikan perkataan yang diucapkan oleh panglima Tariq bin Ziyad kepada bala tenteranya ketika mereka sampai di bumi Andalus dengan katanya : “……………..di hadapan kita musuh,samada kita menang (dengan islam memerintah) ataupun kita mati syahid”,sebagai motivasi semangat……..insyaAllah.


Sunday, 4 December 2011

 Pola pemikiran umat islam

Topik seterusnya yang tidak kurang penting untuk kita memahaminya dalam rangka kita ingin melihat perjuangan menegakkan islam secara menyeluruh dapat direalisasikan ialah dengan kita memahami pertarungan pemikiran yang berlaku dalam kotak pemikiran umat islam di zaman ini.

Di antara perkara yang mesti diberikan perhatian sewajarnya dalam usaha-usaha pembaharuan ialah mengutamakan setiap perkara yang berhubung dengan perlurusan pemikiran,pembetulan persepsi dan penilaian kembali metodologi pemandangan dan amal.Perkara ini sangat di perlukan sekali bagi setiap usaha pembaharuan yang diidamkan,kerana sesuatu yang mustahil apabila kita mengharapkan kerja-kerja akan berjalan dengan lurus namun pemikiran yang menjadi landasannya bengkok,seperti kata pepatah; 

             “Sampai bila bayang-bayang akan lurus jika kayu
 yang dipancangnya bengkok”.

Barangsiapa yang memiliki persepsi buruk tentang sesuatu maka akan demikian pulalah sikapnya terhadap sesuatu itu,kerana sikap dan tingkahlaku adalah merupakan simbol dan perlahiran dari persepsi dan pemahaman terhadap sesuatu samada yang baik ataupun yang buruk.

Atas dasar ini pertarungan di medan pemikiran yang bertujuan untuk meluruskan persepsi salah dan bengkok adalah sangat penting dan mesti di beri keutamaan keatas usaha-usaha yang lain dan ianya merupakan satu jenis dari jihad yang besar dengan menggunakan Al-Quran sebagai senjata utama seperti yang disebutkan dalam surah Al-Furqan yang diturunkan pada period Makkah.Di samping ianya juga merupakan satu bahagian daripada jenis jihad dengan lisan dan penerangan seperti yang dijelaskan Baginda Nabi saw yang bermaksud :

”Jihadlah olehmu akan orang-orang musyrikin dengan menggunakan harta,jiwa dan   lidahmu”.(hadis riwayat Imam Ahmad bin Hanbal-Musnad juz 3 hlm 124 dan 153)

Pertarungan pemikiran di kalangan umat islam

Medan pertarungan pemikiran terjadi pada dua tempat:

PERTAMA: Di luar kalangan umat islam iaitu dengan kelompok mulhidin(kuffar)
Missionari dan kaum orientalis yang sedang melancarkan serangan terhadap islam samada dari segi aqidah,syariat,ilmu-ilmu warisan islam dan peradabannya.Mereka selalu siap sedia melancarkan serangan terhadap setiap jenis kebangkitan atau kesedaran umat yang diilhami islam dimana sahaja dan bila-bila masa.

[ Dari situ kita dapat menilai setiap gerakan atau organisasi islam yang membawa konsep atau method  yang sama seperti yang dipraktikkan oleh Rasulullah saw,Khulafa ar-Rasyidin dan kerajaan islam selepas itu maka gerakan tersebut akan menghadapi mehnah dan tribulasi yang sama seperti yang pernah dialami oleh umat islam terdahulu samada mereka diburu,dibunuh,dipenjara dan di seksa atau digelar dengan pelbagai gelaran yang negatif.]

KEDUA: Di tengah-tengah umat islam sendiri.Seperti telah kita ketahui di tengah-tengah masyarakat islam ada beberapa kelompok dan aliran pemikiran yang berkembang,Antaranya:

Aliran Khurafat (Al-Tayyar Al-Khurafi)

Aliran ini memiliki asas-asas pemikiran dan ciri-ciri khas antara lain seperti berikut:

1)      Ada unsur-unsur khurafat di dalam aqidah
2)      Ada unsur-unsur bida’ah dalam masalah ibadah
3)      Ada kejumudan (vacum) di dalam cara-cara berfikir
4)      Mengikut cara takliq (mengikut sahaja) dalam masalah feqah
5)      Ada unsur-unsur negatif dalam sikap dan tingkah laku
6)      Sentiasa bertolak ansur dan mengalah dalam masalah politik


Aliran Tekstual (Al-Tayyar Al-Harfi)

Aliran ini meskipun memiliki sikap keras mempertahankan ajaran agama,namun begitu mereka memiliki ciri-ciri tersendiri yang dapat kita nampak dari para ahlinya,antara lain:

1)      Suka berdebat dalam perkara aqidah
2)      Mementingkan penampilan dalam urusan aqidah
3)      Mengambil makna yang zahir sahaja dalam masalah feqah
4)      Sering mementingkan sebahagian perkara sahaja
5)      Semangat kerohanian (spiritual) yang nipis dan lemah
6)      Bersikap keras dan tegas dalam cara-cara berdakwah
7)     Berpandangan sempit dalam masalah khilafiyah
  (tidak akomodatif)


Aliran keras dan tidak kompromi (Tayyar Al-Rafd wa Al-’Unf)

Aliran ini cenderung menolak semua bentuk sistem yang berlaku di tengah-tengah masyarakat meskipun banyak pendukungnya memiliki semangat perjuangan yang berkobar-kobar dan keikhlasan yang tinggi,namun ada beberapa ciri khas yang boleh kita nampak,antaranya:
    
  

1)   Sikap tegas, keras dan komitmen yang tinggi dalam perkara agama 

2) Keyakinan diri yang tinggi terhadap sikap perjuangannya sehingga memandang rendah terhadap seluruh unsur yang wujud di tengah masyarakat


3)   Sikap curiga terhadap semua pihak yang lain


4)   Memiliki cara berfikir yang sempit dalam memahami ajaran agama,realiti semasa dan sunnah Allah yang berlaku  di dalam kehidupan  ini.


5)  Ingin segera memetik hasil perjuangan sebelum waktunya


6)   Bersikap gopoh dalam menyalahkan pihak lain



Aliran yang terakhir adalah Aliran Keadilan yang akan di sebut ciri-cirinya pada kupasan yang akan datang...........

Bersambung.........

Thursday, 1 December 2011

Sambungan........



Kisah kesyahidan yang patut difikirkan.

Penulis terpanggil untuk menulis kisah benar ini dengan harapan agar dapat dijadikan bahan fikir kita bersama supaya terlerai kekeliruan dalam hal berbai’ah dengan jemaah islam.

Kisah ini telah diceritakan oleh Dr Jamnul Azhar Mulkan yang telah menyertai misi bantuan kemanusiaan di Palestin pada awal tahun 2010.


KISAH 1

Ketika bertugas di sebuah hospital di Gaza,Dr Jamnul Azhar Mulkan bersama sekumpulan doktor ditugaskan membuat pembedahan keatas seorang warga Palestin yang cedera parah terkena tembakan tentera Israel.

Pasukan itu berusaha keras untuk mengeluarkan peluru yang menembusi badan mangsa dan berusaha menghentikan pendarahan teruk yang dialaminya namun mangsa meninggal dunia sebelum pembedahan selesai.

Berdasarkan amalan biasa mengikut prosedur pembedahan,Dr Jamnul Azhar mengarahkan pasukan jururawat yang bertugas supaya menempatkan jenazah itu di satu sudut sebelum dipindahkan ke bilik mayat.Biasanya mayat manusia akan menjadi keras ( kaku ) selepas beberapa jam meninggal dunia. Ketika itu barulah mayat boleh dimasukkan ke bilik mayat.

Sebaik menerima arahan tersebut,seorang jururawat senior tersenyum memandang Dr Jamnul Azhar.Kata Jururawat itu: ” Saya dah bertugas di sini selama 30 tahun.Kami telah  menghadapi beribu-ribu peristiwa kematian seperti ini.Kalau tuan doktor nak tunggu mayat ini menjadi keras maka tak tahulah sehingga bila kita akan menunggu.Untuk makluman tuan doktor mayat seperti ini tidak akan menjadi keras (kaku)”.

Dr Jamnul tersentak sedikit lalu bertanya: ” Kenapa mayat seperti ini tidak menjadi keras?”

Jururawat itu menjawab:” Mereka ini adalah syuhada!.Kematian mereka adalah mati syahid di jalan Allah.Oleh itu,mayat mereka tidak sama seperti mayat orang yang  mati biasa.Mayat mereka tidak akan kaku ( keras )”.

Dr Jamnul Azhar terpegun mendengar penjelasan itu,lalu memberi isyarat supaya mayat tersebut terus dibawa ke bilik mayat. Benarlah janji Allah di dalam ayat 169 surah Ali-Imran;

  Dan jangan sekali-kali kamu menyangka bahawa orang yang terbunuh
 ( gugur Syahid ) pada jalan Allah itu mati. ( sebenarnya mereka tidak mati ) bahkan Mereka tetap hidup ( secara istimewa ) di sisi Tuhan mereka dengan mendapat".
    






KISAH 2

Ketika bertugas di hospital yang sama,pada suatu hari Dr jamnul Azhar di beri tanggungjawab untuk menguruskan pengkebumian jenazah seorang warga Palestin yang mati syahid dalam pertempuran dengan tentera israel.

Pejuang yang telah mati syahid itu berumur sekitar empat puluhan.Ibunya masih hidup.Setelah memaklumkan kesyahidan pejuang itu kepada ibunya,Dr Jamnul Azhar bertanya tempat pilihan ibu itu bagi bersebelahan dengan pusara suaminya iaitu bapa kepada pejuang yang syahid itu.si bapa itu juga adalah seorang pejuang yang telah mati syahid pada tahun 1979.

Kerja-kerja menggali  liang kubur dilakukan dengan menggunakan peralatan asas sahaja iaitu cangkul dan penyodok.Rupa-rupanya pasukan Dr Jamnul menggali liang yang terlalu hampir dengan kedudukan kubur bapa kepada jenazah yang mahu dikebumikan itu.Akibatnya,hayunan cangkul salah seorang petugas telah melukakan tubuh mayat yang mati syahid pada tahun 1979 itu.

Dr Jamnul Azhar amat terkejut kerana darah terpancut kuat daripada luka mayat yang telah dikebumikan sejak 31 tahun yang lalu.Mayat itu tidak reput,malah masih mengalirkan darah yang segar.Sekali lagi benarlah janji Allah bahawa orang yang mati syahid itu sebenarnya tidak mati,bahkan mereka hidup di sisi tuhan dengan mendapat rezeki melimpah ruah.




RUMUSAN PENTING





Dua kisah ini adalah cebisan kecil daripada cerita kesyahidan ratusan ribu pejuang palestin sepanjang pertempuran dengan Yahudi israel.Saya bawakan kisah ini bukan sekadar untuk menceritakan kebenaran mati syahid.
Di sebalik bukti kesyahidan itu ada isyarat yang boleh membantu menjernihkan persepsi dan keyakinan kita tentang jemaah islam.

Kedua-dua pejuang yang mati syahid dalam kisah perjalanan Dr jamnul Azhar itu adalah anggota HAMAS (Harakah al-Muqawamah Al-Islamiah).
Di tubuhkan pada tahun 1987 oleh Syeikh Ahmad Yassin,Abdul Aziz Rantisi dan Muhammad Taha.Jemaah ini merupakan cabang kepada Ikhwan Al-Muslimin yang berpusat di Mesir.

Pada tahun 2006,HAMAS memenangi pilihanraya parlimen Palestin dengan majoriti  yang besar.Mulai saat itu HAMAS merupakan kerajaan yang sah mentadbir Palestin sehinggalah campurtangan antarabangsa yang menyebabkan kemudiannya Hamas hanya berkuasa di Gaza manakala FATAH berkuasa di Tebing Barat.

PERSAMAAN ANTARA HAMAS DAN PAS

-Kedua-duanya adalah sebuah organisasi yang mengistiharkan diri sebagai jemaah islam.

-Gerak kerja mereka merangkumi semua juzuk islam yang berkaitan dengan keperluan setempat iaitu dakwah (amar makruf,nahi mungkar),kebajikan,pendidikan,*ketenteraan dan kemasyarakatan.

-Kedua-duanya mendaftar sebagai parti politik untuk terlibat dalam pilihanraya di negara masing-masing.

-Keduanya juga terlibat bersama jamaah islam di serata dunia yang berusaha menyatukan umat islam dan memperkasakan umat islam dalam berbagai bidang.

Jangan lupa! Asal perbincangan kita ialah dua kisah mati syahid yang Allah dedahkan tandanya secara nyata kepada kita melalui pengalaman sebenar pasukan Dr Jamnul Azhar.

Kesimpulan

Dengan penuh rasa tanggungjawab kita mengajak rakan-rakan di dalam jemaah selain Pas agar memerhati isyarat dan iktibar ini:

1)    Jika penglibatan dalam politik pilihanraya sistem demokrasi adalah salah dan berdosa secara muktamad,maka HAMAS juga bersalah dan berdosa kerana mereka terlibat dengan politik.
2)    Jika penglibatan dalam politik adalah salah dan berdosa kerana politik itu sangat kotor maka HAMAS juga bersalah dan berdosa kerana mereka turut bergelumang dengan kotoran itu.
3)    Jika jemaah yang bertanding dalam pilihanraya adalah jemaah yang gila kuasa dan bersalut dengan sifat mazmumah(gila pangkat),maka HAMAS juga adalah jemaah yang tercela kerana mereka juga boleh disifatkan gila mengejar kuasa.


TETAPI .........bagaimana pula boleh berlaku dua anggota HAMAS yang diceritakan oleh Dr Jamnul Azhar itu mati dengan membawa tanda-tanda syahid yang nyata?

Dua pejuang itu mati syahid dalam keadaan mereka berbai’ah dengan jemaah islam HAMAS,maka HAMAS adalah jemaah yang benar.

HAMAS bergerak untuk mencapai matlamat islam melalui pelbagai cara pendekatan dan strategi termasuk menyertai pilihanraya.Mereka tidak beriman dengan sistem demokrasi itu tetapi mereka mengambil kesempatan di celah-celah ruang yang terbuka supaya gerakan islam dapat maju beberapa tapak kehadapan.

Begitulah juga konsep dan prinsip penglibatan PAS dalam politik di Malaysia.......

FIKIRKANLAH........
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...